Nasionalisme: Racun Mematikan

Nasionalisme dalam entitas sebuah negara sekular dipandang menjadi maskot berharga atas identitas bersama (common identity) masyarakat. Berakar dari paham nasionalisme inilah kemudian lahir konsepsi turunan yakni bangsa (nation), negara (state) dan gabungan keduanya menjadi konsep negara bangsa (nation state).

April MOB : Hari Tragedi Pembunuhan Ummat Islam Spanyol

April Mop dirayakan dengan melegalkan penipuan dankebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedarhiburan atau keisengan belaka.
I.B.M.B- PERNAHKAH anda merayakan April Mop? Jika iya segeralah bertaubat, karena dengan alasan apapun sikap yang tidak dilandasi pengetahuan mengenai hakikat perayaan tersebut tidak membawa mudharat untuk anda.
Pada hari itu setiap orang diperbolehkan untuk berbohong atau membuat lelocon konyol tanpa rasa bersalah atau tidak boleh disalahkan. Hari ini ditandai dengan bercanda, tipu menipukepada keluarga, teman, sahabat, musuh dan tetangga dengan tujuan mempermalukan mereka.Inilah kisah dibalik April Mop yang biasa dirayakan setiap 1April. Menurut ahli sejarah Islam dr. Ahlish Manshur ,S.Sos
April Mop atau dalam bahasa Inggrisnya April Fool’s Dayberawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariqbin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi sebuahnegara yang makmur. Islam telah menerangi Spanyol.
Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendahhati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulusdan ikhlas memeluk Islam. Keadaan tenteram seperti ituberlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum Kristen yang masih ada di sekelilingSpanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islamdari Spanyol, namun selalu gagal.
Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajarikelemahan umat Islam Spanyol. Akhirnya mereka menemukancara untuk menaklukkan Islam, yaitu dengan melemahkan imanmereka melalui pemikiran dan budaya lebral.Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Kristen.
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksaberlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri.
Tentara Kristen mengetahui bahwa banyak muslim Granadayang masih bersembunyi di rumah-rumah mereka. Denganlantang tentara Kristen itu meneriakkan pengumuman, bahwapara Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dandiperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawabarang-barang keperluan mereka.
Orang orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namunbeberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendirikapal- kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan.
Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan,mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada danberlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluardari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan.
Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan nonmuslim, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka.
Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan,dengan cepat tentara kafir itu menggeledah rumah-rumah yangtelah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilatangkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebutbersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan didalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanyabisa terpana ketika tentara Kristen juga membakari kapal-kapalyang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol.
Ribuan umat Islam itu tidak bisa berbuat apa-apa karena samasekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri daripara perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil.Sedangkan para tentara Krsiten telah mengepung merekadengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Kristensegera menyerbu umat Islam Spanyol. Jerit tangis dan takbirmembahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu tewassebagai syuhada.
Tragedi itu bertepatan dengan tanggal 1 April.Inilah yangkemudian diperingati oleh dunia barat sebagai April Mop (TheApril’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang orangdiperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain.
Sebab itulah, April Mop dirayakan dengan melegalkan penipuandan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedarhiburan atau keisengan belaka.
Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yangsangat menyedihkan. Sebab itu, sangat tidak pantas jika adaorang Islam yang ikut ikutan merayakan tradisi ini.
Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka iasesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhanribuan saudara saudaranya di Granada, Spanyol 5 abad silamyang lalu.
Wallahu a’lam bishshawab,
Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik ‘bagikan’/’share’Tandai dan undang temen2mu gabung dg klik ‘Invite Your Friends INGAT Qs.42:48 KEWAJIBANMU tidak lain hanyalah menyampaikan
Tahukah anda jika dakwah tak Cuma tugas ustadz tapi jelas tertulis KEWAJIBAN BAGI KITA SEMUA?
Qs.42:48 KEWAJIBANMU tidak lain hanyalah menyampaikan (Juga Qs.16:82 dan Qs.3:20)
Qs.3 Ali Imran:20 Maukah kamu masuk Islam? (kewajiban menyampaikan pada kafir sekalipun)
Qs.16:125 SERULAH pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah & pelajaran baik

Peristiwa Aneh Bertubi-tubi Menimpa Sebuah Jenazah

Islamedia – Ini adalah kisah nyata, kisah proses penguburan seorang pejabat di sebuah kota di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan.
Insya Allah kisah ini menjadi hikmah dan cermin bagi kita semua sebelum ajal menjemput. Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang Modin (pengurus jenazah) kepada saya. Dengan gaya bertutur, selengkapnya ceritanya begini:
Saya terlibat dalam pengurus jenazah lebih dari 16 tahun, berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu tersebut macam-macam jenis mayat sudah saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kecelakaan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya. Bagaimanapun, pengalaman mengurus satu jenazah seorang pejabat yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya dapat kesempatan ‘istimewa’ sepanjang hidup.
Inilah pertama saya bertemu cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekaligus memberikan banyak hikmah. Sebagai Modin tetap di desa, saya diminta oleh anak almarhum mengurus jenazah Bapaknya. Saya terus pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba sampai ke rumah almarhum tercium bau jenazah itu sangat busuk. Baunya cukup memualkan perut dan menjijikan. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini. Ketika saya lihat wajah almarhum, sekali lagi saya tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh macam-macam perasaan takut, cemas, kesal dan macam-macam. Wajahnya seperti tidak mendapat nur dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum dan saya potong. Secara kebetulan pula, disitu ada dua orang yang pernah mengikuti kursus “fardu kifayah” atau pengurus jenazah yang pernah saya ajar. Saya ajak mereka mambantu saya dan mereka setuju. Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian pertama pun terjadi, sekedar untuk pengetahuan pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa. Maka saya pun urut-urut perut almarhum. Tapi apa yang terjadi, pada hari itu sangat mengejutkan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkehendak dan menunjukkan kekuasaannya karena pada hari tersebut, kotoran tidak keluar dari dubur akan tetapi melalui mulutnya.
Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang terjadi di depan saya ini? Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya harap hal itu tidak terulang lagi karena saya mengurut perutnya untuk kali terakhir. Tiba-tiba ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berlaku, ketika saya urut perutnya keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu adalah seperti ulat kotoran (belatung). Padahal almarhum meninggal dunia akibat diserang jantung dan waktu kematiannya dalam tempo yang begitu singkat mayatnya sudah menjadi demikian rupa ? saya lihat wajah anak almarhum. Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada Bapaknya,kemudian saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejut dan panik. Saya katakan kepada mereka,”Inilah ujian Allah terhadap kita”. Kemudian saya minta salah satu seorang dari pada pembantu tadi pergi memanggil semua anak almarhum.
Almarhum pada dasarnya seorang yang beruntung karena mempunyai tujuh orang anak, kesemuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya nasehati mereka. Saya mengingatkan mereka bahwasanya tanggung jawab saya adalah membantu menguruskan jenazah Bapak mereka, bukan menguruskan semuanya, tanggung jawab ada pada ahli warisnya. Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdal menguruskan jenazah Bapak mereka itu, bukan hanya iman, hanya bilal, atau guru. Saya kemudian meminta ijin serta bantuan mereka untuk menunggingkan mayat itu. Takdir Allah ketika ditunggingkan mayat tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya. Baskom itu kira-kira besar sedikit dari penutup saji meja makan. Subhanallah suasana menjadi makin panik. Benar-benar kejadian yang luar biasa sulit diterima akal pikiran manusia biasa. Saya terus berdoa dan berharap tidak terjadi lagi kejadian yang lebih ganjil.
Selepas itu saya memandikan kembali mayat tersebut dan saya ambilkan wudhu. Saya meminta anak-anaknya kain kafan. Saya bawa mayat ke dalam kamarnya dan tidak diijinkan seorang pun melihat upacara itu terkecuali waris yang terdekat sebab saya takut kejadian yang lebih aib akan terjadi. Peristiwa apa pula yang terjadi setelah jenazah diangkat ke kamar dan hendak dikafani, takdir Allah jua yang menentukan, ketika mayat ini diletakkan di atas kain kafan, saya dapati kain kafan itu hanya cukup menutupi ujung kepala dan kaki tidak ada lebih, maka saya tak dapat mengikat kepala dan kaki. Tidak keterlaluan kalau saya katakan ia seperti kain kafan itu tidak mau menerima mayat tadi. Tidak apalah, mungkin saya yang khilaf dikala memotongnya. Lalu saya ambil pula kain, saya potong dan tampung di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang dapat saya lakukan.
Dalam waktu yang sama saya berdoa kepada Allah “Ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekedar peringatan kepada hamba-Mu ini.” Selepas itu saya beri taklimat tentang sholat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, jenazah tidak dapat dihantar ke tanah pekuburan karena tidak ada mobil jenazah/mobil ambulance. Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi susah. Semua sedang terpakai, beberapa tempat tersebut juga tidak punya kereta jenazah lebih dari satu karena kereta yang ada sedang digunakan pula. Suatu hal yang saya pikir bukan sekedar kebetulan. Dalam keadaan itu seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk mengeluarkan van/sejenis mobil pick-up dari garasi rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van.
Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya itu dirumah almarhum, tiba-tiba istrinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata dikhalayak ramai: “Mas, saya tidak perbolehkan mobil kita ini digunakan untuk angkat jenazah itu, sebab semasa hayatnya dia tidak pernah mengijinkan kita naik mobilnya.” Renungkanlah kalau tidak ada apa-apanya, tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh tuan yg punya van itu membawa kembali vannya. Selepas itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku dia anak murid saya. Dia meminta ijin saya dalam 10-15 menit membersihkan mobilnya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu,muncul mobil tersebut, tapi dalam keadaan basah kuyup. Mobil yang dimaksudkan itu sebenarnya lori. Dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar, dalam perjalanan menuju kawasan pekuburan, saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di camping saja akan lebih baik. Saya tidak mau mereka melihat lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi, takdir Allah yang terakhir amat memilukan.
Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang dan tiga lagi menurunkan jenazah. Allah berkehendak semua atas makhluk ciptaan-Nya berlaku, saat jenazah itu menyentuh ke tanah tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada asal mulanya kering. Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana datang air itu? sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak almarhum, supaya jenazah bapak mereka dikemas dalam peti dengan hati-hati. Saya takut nanti ia terlentang atau telungkup na’udzubillah. Kalau mayat terlungkup, tak ada harapan untuk mendapat safa’at Nabi. Papan keranda diturunkan dan kami segera timbun kubur tersebut. Selepas itu kami injak-injak tanah supaya mampat dan bila hujan ia tidak mendap/ambrol. Tapi sungguh mengherankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becek. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam telah tenggelam oleh air hitam yang busuk itu. Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu.
Tinggalkan lobang kubur 1/4 meter. Artinya kubur itu tidak ditimbun hingga ke permukaan lubangnya, tapi ia seperti kubur berlobang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak bacakan talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air. Masya Allah, dalam sejarah peristiwa seperti itu terjadi. Melihat keadaan itu, saya ambil keputusan untuk selesaikan penguburan secepat mungkin. Sejak lama terlibat dalam penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talqimkan. Saya bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas. Setelah saya pulang ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada istri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hayatnya.
1. Apakah dia pernah menzalimi orang alim ?
2. Mendapat harta secara merampas, menipu dan mengambil yang bukan haknya?
3. Memakan harta masjid dan anak yatim ?
4. Menyalahkan jabatan untuk kepentingan sendiri ?
5. Tidak pernah mengeluarkan zakat, shodaqoh atau infaq ?
Istri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Memikirkan mungkin dia malu Untuk memberi tahu, saya tinggalkan nomor telepon rumah. Tapi sedihnya hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum menghubungi saya. Untuk pengetahuan umum, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi hingga ada seorang yg beristrikan orang Amerika, seorang dapat istri orang Australia dan seorang lagi istrinya orang Jepang. Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Dan kisah ini benar-benar nyata bukan rekaan atau isapan jempol. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala pencipta jagad raya ini.
Kepada semua pembaca setia DI, tanyalah diri kita akankah kita menginginkan peristiwa itu terjadi pada diri kita sendiri, ibu, bapak kita, anak kita atau kaum keluarga kita ?
Wallahu’alam bishshawab, ..Wabillahi Taufik Wal Hidayah, …
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmahnya …

Korupsi adalah karena kebutuhan dari Sistem Demokrasi

HTI Press, Medan. Ustd Azwir Ibnu Aziz dari DPD HTI Sumut menyatakan Partai-partai Islam merupakan kanalisasi dr sistem demokrasi. “Agar publik menganggap Indonesia negara religius padahal korup”, ungkapnya kepada peserta Halqoh Islam dan Peradaban Minggu (17/2) di Amaliun Food Court Medan.
Menurut Ustd Azwir penyebab Gubernur korupsi adalah karena kebutuhan dari sistem demokrasi. Karena untuk menjadi Gubernur seseorang harus menyiapkan dana 70-100 Milyar. “Jadi Gubernur korupsi sudah keharusan dari demokrasi tidak bisa tidak” tegasnya.
Apalagi, kuaknya, selama ini tidak terlihat jelas keberpihakan Gubernur terhadap Umat dan tidak terlihat jelas memperjuangkan kepentingan umat. “Selama sistemnya masih demokrasi Gubernur sebagus apa pun tetap tidak dapat berbuat apa-apa untuk kepentingan umat apalagi untuk menerapkan Syariat Islam”, keluhnya.
Sebelumnya Plt Gubernur Sumut menyatakan biaya Pilgub Sumut Capai Rp 564 Milyar (tribunnews.com) sedangkan biaya kampanye Calon Gubernur, jika berkaca dari Pilkada DKI, terendah Rp 4,1 Milyar dan tertinggi Rp 62,6. Sementara Gaji Pokok Gubernur hanya Rp 8 juta.
Sementara Ustd Ayyubi menyatakan umat Islam selalu terjebak pada sistem demokrasi. “Keledai saja tidak mau jatuh ke dalam lubang dua kali. Lha kita manusia, muslim lagi. Sudah berapa kali kita terjebak sama sistem demokrasi. Dengan memilih pemimpin yang tidak menerapkan syariah” tegas beliau.
Ustd Ayyubi menawarkan solusi dalam menyikapi pilkada jalan satu-satunya adalah melakukan perubahan secara terus menerus. Dakwah akan membentuk opini masyarakat. Masyarakat akan bangkit dan menuntut syariah dan khilafah. (fatah)

Mungkinkah Dari Demokrasi Lahir UU Islami?

Soal:
Apakah ada produk perundangan-undangan yang dihasilkan melalui sistem demokrasi yang benar-benar Islami?
Jawab:
Undang-undang (qânûn) didefinisikan sebagai perintah dan larangan yang wajib dipedomani di suatu negara. Dengan mengalisis karakter hukum syariah yang dinyatakan dalam sumber syariah Islam, serta memperhatikan sirah Nabi saw., maka tampak ada dua kategori perundang-undangan (qawânîn), kaidah (qawâ’id) dan hukum (ahkâm) yang mengatur masyarakat Islam.
Pertama: perundang-undangan (qawânîn) yang dalam pengambilannya, para penguasa dan kaum Muslim tidak boleh meninggalkan sumber-sumber syariah, dan melihat sumber-sumber lain, apapun alasannya. Ini bisa didefinisikan dengan hukum dan perundang-undangan syariah (qawânîn tasyrî’iyyah). Perundang-undangan yang masuk wilayah tasyri’ ini seperti UUD, UU Parpol, UU Perkawinan, UU Perdata dan Pidana, UU Pornografi dan Pornoaksi, UU Perbankan, dan lain-lain.
Kedua: perundang-undangan (qawânîn) dan hukum (ahkâm), dimana syariah menyerahkan kepada para penguasa dan individu Muslim untuk mengambilnya, berdasarkan pertimbangan kemaslahatan yang menjadi pandangannya dari manapun sumbernya, dengan catatan tidak menegasikan atau bertentangan dengan syariah. Kategori ini disebut hukum dan perundang-undangan administrasi (qawânîn ijrâ’iyyah). Perundang-undangan yang masuk wilayah ijrâ’i ini, seperti peraturan lalu lintas.
Dalam konteks perundang-undangan yang pertama, satu-satunya sumber yang sah adalah wahyu, yaitu al-Quran dan as-Sunnah, dan apa yang ditunjukkan oleh keduanya, yaitu Ijmak Sahabat dan Qiyas. Ini berbeda dengan kategori perundang-undangan yang kedua; perundang-undangan ini diserahkan kepada manusia, karena menyangkut teknis dan administrasi, dan termasuk dalam wilayah uslûb yang mubah. Tentu dengan catatan, jika tidak bertentangan dengan syariah. Hanya saja, meski berbeda sumber dan rujukannya, proses pengambilan pendapat yang digunakan untuk menyusun perundang-undangan tersebut harus tetap mengikuti ketentuan Islam dalam mengambil pendapat.
Di sinilah bedanya Islam dengan sistem demokrasi. Jika dalam sistem demokrasi, proses pengambilan pendapat tidak dipilah, antara mana pendapat yang masuk wilayah qawânîn tasyrî’iyyah, dan mana yang masuk wilayah qawânîn ijrâ’iyyah. Semuanya diputuskan berdasarkan suara mayoritas. Adapun dalam sistem Islam, pendapat yang masuk wilayahqawânîn tasyrî’iyyah diambil berdasarkan mana pendapat yang paling kuat dalilnya, tanpa melihat apakah pendapat tersebut didukung oleh suara mayoritas atau tidak. Selain itu, satu-satunya yang berhak menyusun dan mengundang-undangkan bukanlah parlemen, tetapi kepala negara (Khalifah). Ini juga berlaku dalam qawânîn ijrâ’iyyah.
Karena itu, bisa dikatakan, bahwa semua perundang-undangan yang dihasilkan oleh sistem demokrasi ini sejatinya bertentangan dengan sistem Islam, karena beberapa alasan. Pertama: dari aspek sumber perundang-undangan (mashâdir tasyrî’). UU yang dihasilkan oleh sistem demokrasi jelas tidak menjadikan Islam sebagai sumbernya. Di Indonesia, misalnya, UU yang dihasilkan harus bersumber dari UU yang lebih tinggi, dan tidak boleh bertentangan dengannya, seperti UUD 45 dan Pancasila. Karena itu, sekalipun UU tersebut diklaim bersumber dari syariah, ketika UU tersebut diterima, alasannya bukan karena kesesuaiannya dengan syariah, melainkan karena tidak bertentangan dengan UU di atasnya, atau bertentangan dengan sumber perundang-undangan yang ada.
Kedua: dari aspek standar (maqâyis). UU yang dihasilkan oleh sistem demokrasi jelas tidak menjadikan halal dan haram sebagai standarnya, melainkan asas manfaat (benefit). Sebagai contoh, UU Perbankan Syariah. UU ini disusun untuk mengakomodasi kepentingan kaum Muslim yang menginginkan dirinya bebas dari perbankan konvensional, yang menggunakan sistem riba. Memang benar riba dihilangkan, tetapi di sana ada nisbah (prosentasi keuntungan), sebagaimana dalam kasus mudharabah. Memang riba dihilangkan, tetapi di sana ada ujrah dari jasa penggunaan uang, sebagaimana dalam kasus Dana Talangan Haji. Ini semua merupakan hîlah (siasat) untuk mendapatkan keuntungan, yang semestinya tidak sah, namun disiasati agar menjadi absah, karena standar yang digunakan bukan halal dan haram, melainkan asas manfaat.
Ketiga: dari aspek proses penyusunannya (tasyrî’ wa taqnîn). UU yang lahir dalam sistem demokrasi jelas prosesnya berbeda dengan UU yang lahir dari sistem Islam. Di dalam sistem demokrasi, semua UU digodok dan dihasilkan berdasarkan suara mayoritas. Ini jelas berbeda dengan Islam:
1- Dalam masalah hukum syariah, Islam menetapkan bahwa UU harus bersumber dari wahyu, yaitu al-Quran dan as-Sunnah, serta apa yang ditunjukkan oleh keduanya, yaitu Ijmak Sahabat dan Qiyas. Pasal-perpasal di dalam UU ini disusun berdasarkan dalil yang paling kuat (râjih).
2- Rancangan UU tersebut, setelah terbukti dalilnya paling kuat, diadopsi oleh Khalifah (kepala negara) sebagai satu-satunya pihak yang memegang otoritas dalam mengadopsi hukum untuk dijadikan UU.
3- Jika di kemudian hari terbukti ada kelemahan dalam pasal-perpasal UU yang diadopsi oleh Khalifah itu, tugas untuk mengoreksinya ada di tangan Mahkamah Mazhalim.
Sebagai produk pemikiran, UU jelas berbeda dengan madaniyyah, seperti mobil, HP maupun yang lain. Boleh dan tidaknya mengambil dan memanfaatkan madaniyyah ditentukan oleh, apakah madaniyyah tersebut bertentangan atau tidak dengan peradaban Islam. Jika bertentangan maka hukum mengambil dan memanfaatkannya jelas haram. Contoh, lukisan makhluk hidup dan patung.
Berbeda dengan UU, sebagai produk pemikiran, UU bukanlah madaniyyah, tetapi merupakan bagian dari hadhârah(peradaban) itu sendiri. Karena itu, kriteria apakah UU tersebut sesuai atau tidak dengan syariah Islam tidak cukup dijadikan alasan untuk menyatakan bahwa UU tersebut islami. Karena selain kriteria sesuai dengan syariah Islam, dan tidak bertentangan dengannya, juga harus ada dua kriteria lagi, yaitu:
1- UU tersebut harus dibangun berdasarkan akidah Islam (mabniyy[un] ‘alâ al-‘aqîdah al-Islâmiyyah). Dengan kata lain, akidah Islam benar-benar menjadi dasar dan pondasi dalam menyusun UU tersebut. Dengan akidah Islam dijadikan sebagai dasar dan pondasinya, maka UU tersebut tidak akan mengandung pemikiran yang bertentangan dengan Islam.
2- UU tersebut juga harus terpancar dari akidah Islam (yanbatsiqu ‘an ‘aqîdah al-Islâmiyyah). Ini dibuktikan dengan adanya dalil yang bersumber dari wahyu, yaitu al-Quran dan as-Sunnah, serta apa yang ditunjukkan oleh keduanya, yaitu Ijmak Sahabat dan Qiyas. Dengan kata lain, setiap pasal-perpasal yang ada di dalamnya diambil dari dalil-dalil syariah tersebut.
Jika kedua kriteria di atas bisa dipenuhi, maka produk UU yang dihasilkan bisa disebut sebagai perundang-undangan syariah (qawânîn syar’iyyah). Namun jika tidak, maka produk UU tersebut tidak layak disebut sebagai perundang-undangan syariah (qawânîn syar’iyyah) meski disertai lebel syariah, seperti UU Perbankan Syariah, Bursa Efek Syariah, dan sebagainya.
Dalil mengenai kriteria pertama adalah firman Allah SWT:
فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya (QS an-Nisa’ [4]: 65).
Menjadikan Nabi saw. sebagai hâkim, berarti menjadikanya sebagai sumber hukum. Orang yang tidak bersedia atau keberatan menjadikan Nabi saw. sebagai sumber hukum dianggap tidak beriman. Artinya, jika dia benar-benar beriman, maka dia akan bersedia dan tidak keberatan menjadikan Nabi saw. sebagai sumber hukum. Itu artinya, bahwa iman atau akidah Islam itu merupakan dasar bagi hukum dan perundang-undangan.
Nabi saw. juga bersabda:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتىَّ يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبْعاً لِمَا جِئْتُ بِهِ
Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian hingga dia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa(Lihat: Tafsir al-Qurthubi, XVI/166).
Adapun dalil mengenai kriteria kedua adalah firman Allah SWT:
فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Siapa saja yang mencari agama selain Islam, sekali-kali tidaklah akan diterima, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS Ali ‘Imran [3]: 85).
Nabi saw. juga bersabda:
مَن أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيْهِ فَهُوَ رَدٌّ
Siapa saja yang mengada-adakan (perkara baru) dalam urusan (agama)-ku ini, sesuatu yang tidak terdapat di dalamnya, maka sesuatu itu pasti tertolak (HR al-Bukhari).
Larangan Allah SWT mengambil selain Islam sebagai agama (tuntunan hidup) menunjukkan, bahwa hanya Islamlah yang harus dipedomani dalam hidup. Menjadikan selain Islam sebagai pedoman hidup jelas tidak akan diterima. Kedua nas ini juga menjadi dalil, bahwa hanya Islam yang boleh dijadikan dasar, acuan, pedoman dan standar dalam mengatur kehidupan, termasuk membuat perundang-undangan.
Inilah dua kriteria yang menjadi dasar bagi seorang Muslim dalam menilai, apakah produk UU tersebut islami atau tidak.Pertama, dilihat dari aspek apakah UU tersebut dibangun berdasarkan akidah Islam (mabniyy[un] ‘alâ al-‘aqîdah al-islâmiyyah) atau tidak. Kedua, dari aspek apakah UU tersebut juga terpancar dari akidah Islam (yanbatsiqu ‘an ‘aqîdah al-islâmiyyah) atau tidak. Jika kedua kriteria tersebut ada pada suatu UU, maka UU tersebut bisa disebut sebagai perundang-undangan syariah (qawânîn syar’iyyah). Namun, jika tidak, maka perundang-undangan tersebut tidak bisa disebut sebagai perundang-undangan syariah (qawânîn syar’iyyah).
WalLahu a’lam. []

Keutamaan Mengemban Alquran

Setiap Muslim, siapapun orangnya, pasti akan mengklaim bahwa Alquran adalah pedoman hidupnya. Namun faktanya, jangankan menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, sekadar membacanya saja masih banyak yang enggan. Padahal kebanyakan mereka juga sudah sangat memahami keutamaan membaca Alquran, apalagi mengamalkan dalam kehidupan, termasuk tentu saja memperjuangkannya agar Alquran benar-benar bisa diterapkan dalam mengatur seluruh aspek kehidupan.

Tentang keutamaan mengemban Alquran (membaca, mengamalkan dan menerapkan Alquran), Anas bin Malik ra. menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Allah SWT memiliki keluarga dari kalangan manusia.” Beliau ditanya, “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Para pembaca dan pengamal Alquran, itulah keluarga Allah; mereka termasuk yang Dia istimewakan.” (Al-Ajiri, Akhlaq Ahl al-Qur’an, I/3).

Abdullah bin Umar ra menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Akan dikatakan kepada para pembaca Alquran pada Hari Kiamat, ‘Bacalah, naiklah beberapa derajat (di surga)…Sesungguhnya kedudukan kamu ada di akhir ayat yang kamu baca.’” (Ibn Abi Syaibah, Al-Mushannaf, VII/172).
Di surga nanti, bahkan para pembaca Alquran memiliki kedudukan yang istimewa. Ummu ad-Darda’ pernah bertanya kepada Aisyah ra tentang orang yang masuk surga dari kalangan pembaca Alquran, apa kelebihannya dibandingkan dengan orang yang tidak membaca Alquran. Aisyah ra. menjawab, “…Sesungguhnya orang yang masuk surga dari kalangan pembaca Alquran maka tidak ada seorang pun yang lebih tinggi dari diri mereka.” (Ibn Abi Syaibah, Al-Mushannaf, VII/155).
Hal ini wajar belaka. Pasalnya, sebagaimana dituturkan oleh Abdullah bin Umar ra, “Siapa saja yang membaca Alquran adalah seperti sedang meniti jalan kenabian, hanya saja Alquran tidak diwahyukan kepada dirinya.” (Ibn Abi Syaibah, Al-Mushannaf, VII/155).
Tentang keutamaan membaca Alquran, Ibrahim al-Hijri menuturkan dari Abu al-Ahwash dari Abdullah bin Mas’ud ra bahwa Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Pelajarilah oleh kalian Alquran dan bacalah. Sesungguhnya kalian diberi pahala atas bacaannya setiap huruf dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak menyatakan alif lam mim itu dibalas dengan sepuluh kebaikan, tetapi alif sepuluh kebaikan, lam sepuluh kebaikan dan mim sepuluh kebaikan. Sesungguhnya Alquran adalah cahaya yang terang, obat yang bermanfaat, kesuksesan bagi siapa saja yang mengikutinya dan perlindungan bagi orang yang berpegang teguh padanya…” (Al-Ajiri, Akhlaq Ahl al-Qur’an, I/5).
Ali bin Abi Thalib ra menuturkan bahwa Rasulullah SAW juga bersabda, “Orang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Bahkan baik sekali jika membaca Alquran dilakukan secara bersama-sama di masjid dengan saling menyimak dan meluruskan bacaannya. Dalam ahl ini, Abu Hurairah ra. menuturkan bahwa Rasulullah SAW pun pernah bersabda,“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, lalu mereka membaca dan saling mengajari Alquran di antara mereka, melainkan akan diturunkan kepada mereka ketentraman, diliputi rahmat, dinaungi para malaikat, dan akan disebut-sebut oleh Allah bersama-sama mereka di sisi-Nya.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).
Alquran bahkan akan menjadi syafaat pada Hari Kiamat nanti bagi para pembacanya. Sabda Nabi SAW, “Bacalah oleh kamu Alquran, sesungguhnya (Alquran) itu datang pada Hari Kiamat menjadi syafaat bagi pembacanya.” (HR Muslim).
Dengan semua keutamaan itu, wajarlah jika para sahabat berlomba-lomba membaca, mempelajari dan mengamalkan kandungan Alquran. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW menyuruh Abdullah bin Umar agar mengkhatamkan Alquran seminggu sekali. Begitu pula para sahabat seperti Usman bin ‘Affan, Zaid bin Tsabit, Ibnu Mas’ud dan Ubay bin Ka’ab; telah menjadi wiridnya untuk mengkhatamkan Alquran pada setiap hari Jumat. Namun demikian, paling tidak, hendaknya setiap Muslim bisa mengkhatamkan Alquran sebulan sekali (HR Ahmad).
Itu baru keutamaan membaca dan mengkaji Alquran. Bagaimana dengan mengamalkan dan menerapkan Alquran dalam kehidupan? Tentunya, jauh lebih utama. Pasalnya, membaca Alquran adalah sunnah saja, meski mengkaji dan mempelajarinya adalah kewajiban karena termasuk dalam bab thalabul ilmi yang memang wajib. Namun, semua itu tentu tidak ada faedahnya jika Alquran tidak diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan. Bahkan, tidak mengamalkan dan menerapkan Alquran termasuk dalam tindakan mengabaikan Alquran yang nyata-nyata telah diharamkan oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman yang artinya: Berkatalah Rasul, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran ini sebagai sesuatu yang diabaikan.” (QS al-Furqan [25]: 30). [] abi

Tugas Awal Sistem Basis Data

USER
Pengguna atau User adalah seseorang yang menggunakan atau menjalankan sistem sesuai kebijakan penggunaan. Kebijakan penggunaan sistem didapat dari Sistem Administrator sesuai kebutuhan dan fungsi User. User hanya dapat melihat data yang ditampilkan sesuai akun.
[diakses di = http://bpsdm.kemenkumham.go.id/cbhris/index.php?r=post/view&id=11]

DBA [DATABASE ADMINISTRATOR]
Seorang administrator database (bentuk pendek DBA) adalah orang yang bertanggung jawab untuk instalasi, konfigurasi, upgrade, monitoring administrasi, dan pemeliharaan database dalam sebuah organisasi. Peran ini meliputi pengembangan dan desain strategi database, sistem pemantauan dan meningkatkan kinerja database dan kapasitas, dan perencanaan untuk kebutuhan ekspansi di masa datang. Mereka juga dapat merencanakan, mengkoordinasikan dan melaksanakan langkah-langkah keamanan untuk menjaga database.
[diakses di = http://en.wikipedia.org/wiki/Database_administrator]

ANALYST
System Analyst adalah orang-orang yang memandu / menetapkan pengembangan suatu sistem informasi. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab dalam membangung suatu sistem informasi yang dirancang secara objektif guna mencapai goal suatu organisasi. Perkejaan/tugas seorang System Analyst berbeda dari organisasi ke organisasi. Tergantung industrinya. Contoh: System Analyts organisasi manufaktur berbeda dengan System Analyts organisasi/perushaan farmasi. Itu masih dalam kondisi beda industri, terkadang industri yang sama pun bisa berbeda antara organisasi/perusahaan.
diakses di = http://yosepgustri.blogspot.com/2010/04/kriteria-dan-tugas-seorang-system.html]

PROGRAMMER
Seorang pemrogram, programmer komputer, pengembang, atau programmer adalah orang yang menulis perangkat lunak komputer. Programmer istilah komputer dapat merujuk ke spesialis dalam satu bidang pemrograman komputer atau ke generalis yang menulis kode untuk berbagai jenis perangkat lunak. Satu yang praktek atau mengaku pendekatan formal untuk pemrograman mungkin juga dikenal sebagai seorang analis programmer. Sebuah komputer utama programmer bahasa (C, C + +, C #, Java, Lisp, Python dll) sering diawali dengan judul di atas, dan mereka yang bekerja di lingkungan web sering awalan judul mereka dengan web. Programmer Istilah dapat digunakan untuk merujuk ke pengembang perangkat lunak, Web Developer, Mobile Developer Aplikasi, Pengembang Firmware tertanam, insinyur perangkat lunak, ilmuwan komputer, atau analis perangkat lunak. Namun, anggota dari profesi ini biasanya [rujukan?] Memiliki keterampilan rekayasa perangkat lunak lainnya, di luar pemrograman, karena alasan ini, istilah programmer kadang-kadang dianggap terlalu menyederhanakan atau menghina menghina dari profesi lain [rujukan?]. Hal ini telah memicu banyak perdebatan di kalangan pengembang, analis, ilmuwan komputer, pemrogram, dan pihak luar yang terus bingung pada perbedaan halus dalam definisi dari pekerjaan ini.
[diakses di = http://en.wikipedia.org/wiki/Programmer]

Menjadikan Internet Sebagai Sarana Belajar Bahasa Inggris Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum


Jember, 3 Maret 2013

Kepala Unit Pelakasana Teknis (UPT) Bidang Studi Pusat Bahasa, Drs. H.A. Supardi, MPd yang juga dosen Fakultas Hukum berkesempatan mengikuti “9th Annual Cambodia Teaching English to Speakers of Other Languages (CamTesol) 2013″ yang digelar di Phnom Penh, 23-24 Februari 2013 lalu. Konferensi para pengajar Bahasa Inggris ini diikuti oleh 1500 peserta, dengan 500 orang peserta berasal dari luar negeri dari 30 negara. Berikut pengalaman lanjutan Drs. H.A. Supardi, MPd saat mempresentasikan makalahnya yang dituliskan untuk http://www.unej.ac.id

Disamping melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat), seorang dosen dituntut untuk dapat berperan aktif dalam kegiatan ilmiah seperti seminar, lokakarya (workshop), konferensi, dan semacamnya baik lokal, regional maupun nasional, lebih-lebih pada forum ilmiah internasional.

Dalam rangka go internasional, kegiatan yang disebut terakhir itulah yang saya ikuti, yaitu berperan aktif dalam forum ilmiah internasional. Usaha berbicara di tataran internasional kini menjadi perhatian Universitas Jember. Untuk merealisasi kegiatan ini, Universitas Jember memberikan bantuan walaupun tidak fully funded yaitu sebanyak tiga juta rupiah untuk di wilayah Asia Tenggara dan lima juta rupiah untuk di kawasan Asia kepada para dosen yang mau mempresentasikan makalah pada forum ilmiah internasional. Tentu saja kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas profesional dosen pada tingkat internasional.

Sebelumnya penulis berkesempatan memaparkan makalah dalam forum The Second International Conference on Law, Language and Discourse pada 20-22 April 2012 dan BIPA Thailand pada 20 Juli – 20 Agustus 2012. Alhamdulillah kini saya bisa berperan aktif mempresentasikan makalah saya pada forum internasional CamTESOL 2013.

Makalah yang saya bawakan berjudul English for Specific Purpose: Using Internet for Teaching the Legal English Vocabularies to Law Students of the University of Jember. Dalam makalah ini saya berusaha mendeskripsikan bagaimana mengembangkan materi pembelajaran kosa kata Bahasa Inggris Hukum (Legal English vocabularies) dan mengajarkannya kepada mahasiswa hukum melalui Internet. Mengapa kosa kata (vocabulary) menjadi perhatian dalam pembahasan kali ini ?

Menurut saya kosa kata merupakan fitur bahasa yang mendasar dan sangat penting untuk dikuasai oleh setiap orang. Oleh karena itu, tanpa penguasaan kosa kata yang memadai, seseorang tidak akan dapat memiliki kemampuan menulis, membaca, berbicara, dan menyimak. Untuk itulah, seorang dosen harus pandai-pandai mencari dan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menarik dan atraktif, salah satunya adalah penggunaan Internet.

Selama presentasi di CamTESOL 2013 itu, banyak partisipan begitu antusias terhadap apa yang saya sampaikan. Misalnya saja, ada peserta yang bertanya, “How can you find the material for your teaching from the Internet ?” Ada pula yang bertanya, “How can you think that the materials you have selected are good for teaching ?”

Menurut saya, keikutsertaan dalam konferensi, worskhop atau kegiatan akademis internasional seperti ini penting bagi seorang dosen. Sayangnya, tidak banyak kolega dosen Kampus Tegalboto yang aktif berpartisipasi. Contohnya dalam ajang CamTESOL 2013 ini, peserta dari Universitas Jember hanya satu orang, yaitu saya sendiri. Paling sedikit jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya. Misalnya saja Universitas Negeri Padang mengirimkan empat wakilnya, begitu pula Universitas Pendidikan Indonesia Bandung dan Universitas Muhammadiyah Hamka Jakarta.

Dari kenyataan ini, maka timbul pertanyaan mengapa hal ini terjadi ? Apakah banyak dosen Universitas Jember yang tidak mendapatkan informasi mengenai kegiatan ini ? Padahal informasi tentang call for paper banyak di Internet ? Atau mereka tidak mau merespons karena alasan tertentu, atau karena bantuan dana yang tidak fully funded sehingga mereka harus mengeluarkan tambahan dari kocek sendiri ?

Sehubugan dengan fakta di atas, saya berharap akan lebih banyak lagi teman-teman dosen bisa berperan aktif dalam forum ilmiah internasional. Semakin banyak dosen yang berkiprah mempresentasikan makalah dalam forum semacam ini, maka peringkat Universitas Jember pada kancah World Class University tentu saja akan terangkat. Dan hasil akhirnya, maksud Universitas Jember untuk Go International menjadi terwujud. Let’s do the best for our beloved University. [ ]

Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember Santuni Anak Yatim

Jember, 1 Maret 2013

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HMPB) FKIP Universitas Jember mengadakan Bhakti Sosial dengan mengunjungi Panti Asuhan Putri Aisyiyah yang terletak di Jalan Riau Gg. Paving No. 13 Sumbersari, Jember hari Jumat lalu (23/2). Kegiatan ini merupakan program kerja bidang II HMPB yang terdiri dari departemen kerohanian dan departemen pengabdian masyarakat. Kunjungan kali ini adalah salah satu wujud kepedulian Badan Pelaksana HMPB Universitas Jember terhadap lingkungan sekitarnya, khususnya anak-anak yatim/piatu dan anak-anak kaum duafa.

Menurut Martin Pratama, salah seorang pengurus HMPB, pihaknya sengaja memilih Panti Asuhan Putri Aisyiyah karena lokasinya berdekatan dengan Kampus Tegalboto. “Kami ingin memulai gerakan pengabdian kepada masyarakat dari lingkungan sekitar kampus dulu,” katanya. Kunjungan kali ini melibatkan 24 mahasiswa Pendidikan Biologi.

Panti Asuhan Putri Aisyiyah sendiri memiliki 15 anak asuh yang terdiri dari 1 siswa SD, 6 siswa SMP, 7 Siswa SMK, dan 1 siswa SMA. Sesuai dengan namanya, seluruh penghuni panti asuhan ini adalah perempuan. Panti Asuhan Putri Aisyah di ketuai oleh Ibu Hj. Nurjannah Hanie beserta suaminya Bapak Sutomo yang sekaligus penasehat di panti asuhan tersebut. Panti asuhan yang baru berdiri pada tahun 2010 ini di bawah Pengurus Cabang Aisisyah Sumbersari, Jember.

Acara utama diisi dengan pemberian motivasi serta sharing pembelajaran biologi bersama penghuni panti asuhan. Ungkapan bahagia pun tercetus dari bibir anak-anak panti. “Menyenangkan sekali, karena selain acara makan bersama juga diajak ngobrol seputar biologi. Kalau bisa sering-sering datang kemari,” ujar Ayu, siswa SMP Muhammadiyah 3 Jember kelas VIII yang juga bercita-cita sebagai guru biologi.

Bahkan secara terus terang Devi, kawan Ayu berharap kakak-kakak mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Jember dapat mengunjunginya setiap hari. “Kalau bisa setiap hari datang ke sini ya, kak,” ujarnya polos. Kesan positif juga diungkapkan oleh Ibu Lestari salah seorang pengasuh, menurutnya dulu pernah ada mahasiswa yang rutin mengunjungi panti asuhan, tapi sesudah itu tidak ada lagi yang datang. “Anak-anak tentu bahagia sekali atas kunjungan ini, kami harapkan program ini dapat dilaksanakan secara rutin,” tuturnya.

Selain melibatkan para mahasiswa yang dipimpin langsung oleh ketua HMPB A. Syahroni, turut serta mendampingi para mahasiswa adalah Drs. Suratno, MSi ketua program studi Pendidikan Biologi FKIP. Para mahasiswa yang merupakan mahasiswa angkatan 2010 dan 2011 kemudian menyerahkan sumbangan berupa bingkisan alat tulis, alat mandi dan detergen, serta uang tunai. Setelah penyerahan secara simbolis, mahasiswa Pendidikan Biologi mengadakan acara makan nasi kotak bersama dengan para sahabat panti asuhan. (martin/iim)

Model Incremental dalam Rekayasa Perangkat Lunak

Pada awal tahapan dilakukan penentuan kebutuhan dan spesifikasi. Kemudian dilakukan perancangan arsitektur software yang terbuka, agar dapat diterapkan pembangunan per-bagian pada tahapan selanjutnya.

Model Incremental dalam rekayasa perangkat lunak, menerapkan rekayasa perangkat lunak perbagian, hingga menghasilkan perangkat lunak yang lengkap. Proses membangun berhenti jika produk telah mencapai seluruh fungsi yang diharapkan.
Incremental Model adalah :
Requirement
Specification
Architecture Design
Tahapan-tahapan tersebut dilakukan secara berurutan. Setiap bagian yang sudah selesai dilakukan testing, dikirim ke pemakai untuk langsung dapat digunakan.
Pada incremental model, tiga tahapan awal harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum sebelum tahap membangun tiap modal.
Untuk mengantisipasi kondisi yang terjadi pada model incremental, diperkenalkan model More Risky Incremental Model. Model ini menerapkan sistem kerja yang paralel. Setelah daftar kebutuhan didapatkan dari pemakai, tim spesifikasi membuat spesifikasi untuk modul pertama. Setelah spesifikasi pertama selesai, tim desain menindak lanjuti. TIm spesifikasi sebelumnya juga langsung membuat spesifikasi untuk model kedua, dan seterusnya.
Bahan Bacaan :
Kristianto, Adi, 2003, Rekayasa Perangkat Lunak : Konsep Dasar, Gava Media, Yogyakarta

Perbandingan Model dalam Rekayasa Perangkat Lunak

Selalu dalam kontrol SQA

No Faktor Waterfall Spiral Incremental
1 Proyek dengan ukuran resiko Kecil Sedang Besar
2 Ukuran Software Kecil Besar Besar
3 Jenis aplikasi Biasa Agak biasa Tidak biasa
4 Fleksibel terhadap perubahan (waktu) Rendah Perubahan awal Perubahan selama proyek berlangsung
5 Keterlibatan konsumen Rendah Sedang Tinggi
6 Bahasa pemrograman Prosedural Prosedural, OOP OOP

Dituntut bekerja secara disiplin
Dokumen lengkap
Maintenance mudah, karena dokumen lengkap
Konsumen kesulitan membaca dokumen, komunikasi menjadi sulit
Alur linier, proses lambat
Konsumen tidak dapat melihat hasil hingga akhir tahapan
Personil tidak bekerja optimal, karena ada waktu tunggu sebuah tahapan selesai
ditekankan pada pencairan alternatif, dan pemaksaan penggunaan kembali Software yang telah ada
Analisa resiko
Adanya prototype memudahkan komunikasi dengan konsumen
Biasanya pihak pengembang dan perusahaan berada pada satu pihak yang sama
Tahapan analisa resiko sewaktu-waktu dapat membatalkan proses rekayasa, jika pihak pengembang adalah pihak di luar perusahaan, maka timbulah masalah hukum
Personil bekerja optimal
Pihak konsumen dapat langsung menggunakan dahulu bagian-bagian yang telah selesai dibangun. COntohnya pemasukan data karyawan
Mengurangi trauma karena perubahan sistem. Klien dibiasakan perlahan-lahan menggunakan produknya bagian per bagian
Memaksimalkan pengembalian modal investasi konsumen
kemungkinan tiap bagian tidak dapat diintegrasikan
Dapat menjadi build and Fix Model, karena kemampuannya untuk selalu mendapat perubahan selama proses rekayasa berlangsung
Harus Open Architecture

Setelah kita membahas beberapa permodelan rekayasa perangkat lunak, diantaranya model waterfall, model spiral, model incrementaldan lain-lain, maka dalam pembahasan kali ini kita akan membahas perbandingan model rekayasa perangkat lunak tersebut.

Kita akan membahas 3 model perbandingan, yaitu waterfall, spiral dan incremental. Sebaiknya model tersebut digunakan jika :

Kelebihan waterfall :

Kekurangan Waterfall :

Kelebihan Model Spiral

Kekurangan Spiral Model

Kelebihan Incremental Model

Kekurangan Incremental Model

sumber : http://trisnowlaharwetan.wordpress.com/2010/03/10/perbandingan-model-dalam-rekayasa-perangkat-lunak/

Pengertian dan Definisi Desain

Pada dasarnya desain merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda. Desain merupakan langkah awal sebelum memulai membuat suatu benda, seperti baju, furniture, bangunan, dll. Pada saat pembuatan desain biasanya mulai memasukkan unsur berbagai pertimbangan, perhitungan, cita rasa, dll. Sehingga bisa dibilang bahwa sebuah desain merupakan bentuk perumusan dari berbagai unsur termasuk berbagai macam pertimbangan di dalamnya

Berikut ini adalah pengertian dan definisi desain:
# COIRUL AMIN
Desain adalah kerangka bentuk, rancangan, motif, pola, corak

# KEN HURTS
Desain adalah proses iteratif yang melibatkan banyak aktivitas tinjauan ke belakang dan pararel

# DEDI NURHADIAT
Desain adalah perencanaan untuk mewujudkan suatu gagasan

# WIDAGDO
Desain berkaitan dengan nilai-nilai kontekstual yang menyuarakan kebudayaan

# DUDY WIYANCOKO
Desain adalah segala hal yang berhubungan dengan pembuatan konsep, analisis data, project planning, drawing/rendering, cost calculation, prototyping, frame testing, dan test riding

# ANDYA PRIMANDA
Desain adalah upaya untuk menemukan titik tengah dari segala macam masukan yang seringkali berseberangan

#SOEKARNO & LANAWATI BASUKI
Desain adalah pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda, seperti busana
 

# JANNER SIMARMATA
Desain adalah bagaimana aplikasi yang dirancang menjadi sesuai dengan kebutuhan
baca di : http://carapedia.com/pengertian_definisi_desain_info2196.html

Ayah dan Ibu, Aku Bangga Padamu!


Add caption
Ya Allah, bagaimanapun aku, mereka kedua orang tuaku tetaplah yang terbaik untukku… Terbaik dalam segala hal. Namun aku sadar ENGKAU ya Allah yang Maha segalanya didunia ini

Ya Allah, Sembuhkan Ayahku!

Untaian Do’a Untuk Ayah
Bismillahirrahmanirrahim..!
“Hilangkanlah seluruh penyakit, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, dan hanya Engkaulah Dzat Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan secara total tidak lagi dihinggapi penyakit”.

Kata itu selalu mengalun dalam benakku tiada hentinya, bukan karena bapakku saat ini sedang sakit. tapi itu semua karena aku ingin menjadi orang yang berbakti pada kedua orang tuaku. Bahkan ditiap malam aku selalu mendo’akan kebaikan untuk keduanya agar kelak aku bisa menjadi amal jariyah bagi keduanya sebagai anak yang sholeh.
Aku tersadar bahwa saat ini ada atau tidak ada diriku didunia ini tidaklah berpengaruh bagi orang lain. Namun inilah aku, terlahir dari keluarga sederhana yang mencoba untuk menjadi luar biasa.
12:17 06/03/2013

Sorting Pada Java – Buble Short

Apa sih sorting itu? Awalnya saya juga binggung maksud dari sorting atau pengurutan. Setelah browsing-browsing dan dapat materi diperkuliahan akhirnya saya tau apa yang dimaksud dengan sorting itu….
 
Sorting adalah proses menyusun elemen – elemen dengan tata urut tertentu dan proses tersebut terimplementasi dalam bermacam aplikasi. Kita ambil contoh pada aplikasi perbankan. Aplikasi tersebut mampu menampilkan daftar account yang aktif. Hampir seluruh pengguna pada sistem akan memilih tampilan daftar berurutan secara ascending demi kenyamanan dalam penelusuran data. Dalam artian sorting digunakan untuk mengurutkan sesuatu ( misalnya : kata, buku telepon , dll ). Sorting yang kita terapkan menggunakan tipe data array agar pemahaman serta pengimplementasiannya lebih mudah. Pada umumnya terdapat dua jenis pengurutan :
– Ascending (Naik).
– Descending (Turun).
Contoh :
Data : Array [1..6] of Byte = (22, 10, 15, 3, 8, 2);
Data Acak : 22 10 15 3 8 2
Terurut Ascending : 2 3 8 10 15 22
Terurut Descending : 22 15 10 8 3 2
Untuk melakukan proses pengurutan tersebut dapat digunakan berbagai macam cara/metode.
 
Macam-macam sorting yaitu :
1. Bubble Sorting
merupakan salah satu jenis sorting. Bubble sort ada metode sorting termudah. Diberikan nama “bubble” karena konsep dari algoritmanya diibaratkan seperti gelembung air untuk elemen struktur data yang seharusnya pada posisi awal. Bubble sort mengurut data dengan cara membandingkan elemen sekarang dengan elemen berikutnya. Dimana cara kerjanya adalah dengan berulang-ulang melakukan proses looping ( perulangan) terhadap elemen-elemen struktur data yang belum diurutkan. Nilai dari masing-masing elemen akan dibandingkan selama proses looping tersebut .jika selama proses looping tersebut ditemukan ada urutannya tidak sesuai dengan permintaan, maka akan dilakukan proses penukaran (swap). Secara tidak langsung, algoritma dari program ini seolah-olah menggeser satu demi satu elemen dari kanan ke kiri atau dari kiri ke kanan tergantung pada jenis pengurutannya. Jenis pengurutan sorting ada 2 yaitu asscending dan descending. Dimana asscending itu mengurut data dari kecil ke besar dan descending itu mengurut data dari besar ke kecil. Jika semua elemen sudah diperiksa oleh fungsi bubble sort, dan tidak ada pertukaran lagi atau semua nilai sudah sesuai, maka saat itu program bubble sort akan berhenti bekerja. Pola Bubble sort yaitu bertukar dengan data sebelahnya.

2. Insertion Sort

Algoritma insertion sort pada dasarnya memilah data yang akan diurutkan menjadi dua bagian, yang belum diurutkan (meja pertama), dan yang telah diurutkan (meja kedua). Elemen pertama yang diambil dari bagian array yang belum diurutkan dan kemudian diletakkan pada posisinya sesuai dengan bagian lain dari array yang telah diurutkan. langkah ini dilakukan secara berulang hingga tidak ada lagi elemen yang tersisa pada bagian array yang belum diurutkan. Pola dari Insertion Sort menggurutkan n atau 2 elemen dari terdepan dst.
3. Selection sort
Merupakan Kombinasi antara sorting dan searching. Metode selection sort merupakan perbaikan dari metode bubble sort dengan mengurangi jumlah perbandingan. Selection sort merupakan metode pengurutan dengan mencari nilai data terkecil dimulai dari data diposisi 0 hingga diposisi N-1. Jika terdapat N data dan data terkoleksi dari urutan 0 sampai dengan N-1. Selama proses, perbandingan dan pengubahan, hanya dilakukan pada indeks permbandingnya saja, pertukaran data secara fisik terjadi pada akhir proses.sesuai dengan itu maka algoritma pengurutan data secara Selection adalah sebagai berikut :
  1. Cari data terkecil dalam interval j = 0 sampai dengan j = N-1
  2. Jika pada posisi pos ditemukan data yang terkecil, maka tukarkan data diposisi pos dengan data di posisi i jika k.
  3. Ulangi langkah 1
4. Marge Sort
Pengurutan algoritma Merge Sort membuat pengurutan dengan membagi 2 dan menggabungkannya. Metoda ini cukup efisien untuk diterapkan. Sama dengan Quick Sort, algoritma Merge Sort adalah dasar pembagian dan penyelesaiannya. Pertama urutan atau elemen data awal diurutkan dengan membaginya menjadi 2 bagian (Devide). Setengahnya diurutkan dengan bebas (Conquer). Kemudian 2 bagian itu digabungkan dengan cara diurut sesuai dengan urutan (Combine).
1. Devide, yakni memilih masalah menjadi sub-masalah.
2. Conquer, yakni menyelesaikan sub-masalah tersebut secara rekursi.
3. Kombinasi/Penggabungan, menggabungkan solusi dari sub-masalah
5. Quick Sort
Pengerian Quick Sort adalah algoritma yang dijalankan sebagai akibat dari terlalu banyaknyadaftar yang diurutkan, dengan menghasilkan lebih banyak daftar yang diurutkan sebagai output. Algoritma merge ini disesuaikan untuk mesin drive tape. Penggunaannya dalam akses memori acak besar yang terkait telah menurun, karena banyak aplikasi algoritma merge yang mempunyai alternatif lebih cepat ketika kamu memiliki akses memori acak yang menjaga semua data. Hal ini disebabkan algoritma ini membutuhkan setidaknya ruang atau memori dua kali lebih besar karena dilakukan secara rekursif dan memakai dua tabel.
Contoh program menu Sorting
public static void main (String []riris){
int menu=0;
do{
try{
menu=Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog(“Pilih Menu :”+ “\n1.Bubble Sort”+”\n2.Selection Sort”+”\n3.Insertion Sort”+”\n4.Exit”));
switch(menu){
case 1:
int n= Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog(“Banyaknya data?”));
int data [] = new int [n];
System.out.println(“Sorting menggunakan Bubble Sort”);
System.out.println(“Data sebelum diurutkan :”);
for(int a=0; a
data[a]=Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog(“Data ke-” + (a+1)));
System.out.println(“Data ke-” +a + “=” + data [a] );
}
 
int temp;
 
for (int i=1;i
for(int j=n-1; j>=i; j–){
if (data[j]
temp=data[j];
 
data[j]=data[j-1];
data[j-1]=temp;
}
}
}
 
System.out.println(“Data yang sudah diurutkan: “);
for (int i=0;i
System.out.println(“Data ke-“+i+ “=” +data [i]);
System.out.println(“——————————“);break;
 
case 2:
int m= Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog(“Banyaknya data?”));
int nilai []= new int [m];
int index,large;
System.out.println(“Sorting menggunakan Selection Sort”);
System.out.println(“Data Sebelum Diurutkan”);
for(int a=0; a
nilai [a]=Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog(“Data ke-“+(a+1)));
System.out.println(“Data ke-“+a+”=”+nilai[a]);
}
for (int i=m-1; i>0; i–){
large=nilai[0];
index=0;
for (int j=1; j<=i; j++){
if (nilai [j]>large){
large=nilai [j];
index=j;
}
}
nilai[index]=nilai [i];
nilai[i]=large;
}
System.out.println(“Data yang sudah diurutkan : “);
for (int i=0;i
System.out.println(nilai[i]+ ” “);
System.out.println(“——————————“);break;
case 3:
int l= Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog(“Banyaknya data?”));
int nilai2 []=new int [l];
int y;
System.out.println(“Sorting menggunakan Insertion Sort”);
System.out.println(“Data Sebelum Diurutkan”);
for(int a=0; a
nilai2[a]=Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog(“Data ke-” + (a+1)));
System.out.println(“Data ke-” +a + “=” + nilai2 [a] );
} System.out.println(“Data Yang Sudah Diurutkan”);
for (int j=1; j
y=nilai2[j];
for (int i=j-1; i>=0 && y
nilai2 [i+1]=nilai2 [i];
nilai2 [i]=y;
}
for (int i=0; i
System.out.print(nilai2[i]+ ” “);
System.out.println(“”);
}
System.out.println(“Arigato Gozaimasu :)”);break;
case 4:
System.exit(0); break ;
default: JOptionPane.showMessageDialog(null, “pilihan antara 1-3”); break;
}
}catch(Exception e)
{
JOptionPane.showMessageDialog(null,”MASUKAN ANGKA”, “anda salah”, JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
}
}while (menu!=4);
}
}


 

Tugas Algoritma – Pencarian Linear

Tugas Pencarian Linear. Dalam tugas kali ini saya mendapatkan tugas yang berkelanjutan dari materi sebelumnya. Berikut tugas yang dicari oleh saya :
  1. String saya = “NAMA, NIM, ALAMAT, DST…..”
  2. Mencari huruf a dalam tulisan saya, ada berapa?
  3. Cari huruf s, y, q, ada berapa?

REFERENSI SEBELUM MENGERJAKAN

Pencarian Linear atau Sekuensial

Pencarian Linier/SekuensialPencarian Linier atauPencarianSekuensialadalahpencarian data secara linier (garislurus), artinyaadalahpencariandilakukansecarateratur (secarasekuensial) dariawalsampaiakhir data (ataubisajugadariakhirkeawal data).
Sedangkan Algoritmapencarian (searching algorithm) adalahalgoritma yang menerimasebuahargumenkuncidandenganlangkah-langkahtertentuakanmencarirekamandengankuncitersebut. Setelah proses pencariandilaksanakan, akandiperolehsalahsatudariduakemungkinan, yaitu data yang dicariditemukan (successful) atautidak
ditemukan (unsuccessful).
Dalam ilmukomputer,pencarian linearatau pencariansekuensialadalah metodeuntuk menemukannilai tertentudalam daftar, yang terdiri darimemeriksa setiapsatu dariunsur-unsurnya,satupada satu waktu dandalam urutan, sampai salah satu yang diinginkanditemukan.
Pencarian linearadalahalgoritma pencarianyang paling sederhana, yang merupakan kasus khusus daribrute forcepencarian.Biayakasus terburukadalahsebanding denganjumlahelemen di dalam list, dan begitu juga biayayang diharapkan, jika semuaelemen listsama-sama mungkinuntuk dicari. Oleh karena itu, jika daftarmemiliki lebih daribeberapa elemen, metode lain(sepertipencarian bineratau hashing) akan lebih cepat, tetapi mereka jugamemberlakukanpersyaratan tambahan

Metode pencarian data
Metodepencarian data dapatdilakukandenganduacarayaitupencarian internal (internal searching) danpencarianeksternal (external searching). Padapencarian internal, semuarekaman yang diketahuiberadadalampengingatkomputersedangakanpadapencarianeksternal, tidaksemuarekaman yang diketahuiberadadalampengingatkomputer, tetapiadasejumlahrekaman yang tersimpandalampenyimpanluarmisalnyapitaataucakrammagnetis.
Selainitumetodepencarian data jugadapatdikelompokanmenjadipencarianstatis (static searching) danpencariandinamis (dynamic searching).Padapencarianstatis, banyaknyarekaman yang diketahuidianggaptetap, padapencariandinamis,banyaknyarekaman yang diketahuibisaberubah-ubah yang disebabkanolehpenambahanataupenghapusansuaturekaman.

Teknik Pencarian
Ada duamacamteknikpencarianyaitupencariansekuensialdanpencarianbiner.Perbedaandariduateknikiniterletakpadakeadaan data.Pencariansekuensialdigunakanapabila data dalamkeadaanacakatautidakterurut.Sebaliknya, pencarianbinerdigunakanpada data yang sudahdalamkeadaanurut.

PencarianBerurutan (Sequential Searching)
Pencarianberurutanseringdisebutpencarian linear merupakanmetodepencarian yang paling sederhana.Pencarianberurutanmenggunakanprinsipsebagaiberikut :
• Data yang adadibandingkansatu per satusecaraberurutandengan yang dicarisampaidata tersebutditemukanatautidakditemukan.

Padadasarnya, pencarianinihanyamelakukanpengulangandari 1 sampaidenganjumlah data.Padasetiappengulangan, dibandingkan data ke-i dengan yangdicari.Apabilasama, berarti data telahditemukan. Sebaliknyaapabilasampaiakhirpengulangantidakada data yang sama, berarti data tidakada. Padakasus yang palingburuk, untuk N elemen data harusdilakukanpencariansebanyak N kali pula.
Algoritmapencarianberurutandapatdituliskansebagaiberikut :
1. i ← 0
2. ketemu ← false
3. Selama (tidakketemu) dan (i <= N) kerjakanbaris 4 4. Jika (Data[i] = x) makaketemu ← true, jikatidak i ← i + 1 5. Jika (ketemu) maka i adalahindeksdari data yang dicari, jikatidak data tidakditemukan Di bawahinimerupakanfungsiuntukmencari data menggunakanpencarian sekuensial.: intSequentialSearch(int x) { int i = 0; boolketemu = false; while ((!ketemu) && (i < Max)) { if(Data[i] == x) ketemu = true; else i++; } if(ketemu) return i; else return -1; } FungsiuntukMencari Data denganMetodeSekuensial Fungsidiatasakanmengembalikanindeksdari data yang dicari. Apabila data tidakditemukanmakafungsidiatasakanmengembalikannilai –1. Berikutadalah 2 faktapentingtentangpencarian linier: • Hanyabagusuntukdipakaipada data yang acak/takterurut (unsorted) • KompleksitasnyaadalahO(n). Algoritma paling sederhanaadalahpencarian linear, yang secarasederhanamelihatsetiapelemendari list secaraberurutan.WaktupengerjaanalgoritmainiadalahO(n), dimana n adalahbanyaknyaelemendalam list, dandapatdigunakanlangsungpada list yang belumdiproses. Operasi pencarian adalah operasi untuk menemukan sebuah nilai (data) di dalam sekumpulan nilai yang bertipe sama. Untuk menemukan nilai yang kita cari, instruksi yang paling penting yang harus dilakukan adalah memeriksa jika nilai yang kita cari sama dengan salah satu nilai dalam kumpulan nilai yangdimaksud. Metode pencarian yang bisa kita pergunakan tergantung dari: 1. Bagaimana urutan nilai-nilai di dalam kumpulan nilai. 2. Bagaimana struktur data yang dipergunakan untuk menyusun nilai-nilai tersebut. Kita dapat mempergunakan metode pencarian beruntun atau linear (sequential searchatau linear search) jika: 1. Nilai-nilai tersebut belum berurutan. 2. Nilai-nilai tersebut sudah berurutan, tetapi struktur data yang dipergunakan untuk menyimpan nilai-nilai tersebut adalah senarai berkait (linked list,akan dibahas dalam kuliah-kuliah mendatang). Kita dapat mempergunakan baik metode pencarian beruntun maupun metode pencarian biner, jika: 1. Nilai-nilai tersebut sudah tersusun secara berurutan, dan 2. Nilai-nilai tersebut disusun ke dalam bentuk larik (array) atau struktur data sejenis yang masing-masing nilai tersimpan dalam bagian-bagian yang mempunyai indeks yang unik dan indeksnya berurutan dari yang paling kecil hingga yang paling besar (bersifat ordinal). Karakteristik Pencarian linear merupakanalgoritmapencarian yang paling sederhana.Beberapakarakteristik: • Pencariandapatdilakukan di struktur data apapun yang dapatdiaksessecarasekuensial (misalnya array, linked list), sementarasebagianalgoritma lain kadanghanyabisadigunakanpadastruktur data yang bisadiaksessecara random (misalnya binary search) • Data tidakharusterurut • Worst case dan expected cost untukpencarian linear adalah O(n) Sebaiknyadigunakanuntukpencarian data dalamjumlahkecil, dantidaksering.Jika data banyak, sebaiknya data diurutkan, danalgoritma lain digunakan (misalnya binary search), ataugunakanstruktur data khususuntukpencarian (binary search tree, hash table, dsb). Algoritma Algoritmapencarian linear sangatsederhana: Untuksetiapelemen di list, jikaelemenitucocok, hentikanpencarian (ketemu), jikatidakcocok, lihatelemenberikutnya, hinggaakhir list. Jikaakhir list dicapaidantidakada yang cocok, berartielementidakditemukan. Contoh : int search(constint el, constint *thelist, int count) { int i; for (i=0; in, maka keluar dari loop.
If A[i] = x, maka keluar dari loop.
mengaturikei + 1.
Return i.

Para pseudocode berikut pencarian array dalam urutan terbalik, kembali 0 jika unsur ini tidak ditemukan:

mengatur i dengan n.
Ulangi loop ini:
if i ≤ 0, maka keluar dari loop.
if A [i] = x, maka keluar dari loop.
mengatur i ke i – 1.
return i.
Sebagian besar komputer memiliki instruksi cabang kondisional bahwa tes tanda nilai dalam register, atau tanda hasil dari operasi aritmatika terbaru. Satu dapat menggunakan instruksi, yang biasanya lebih cepat daripada perbandingan terhadap beberapa nilai sewenang-wenang (memerlukan pengurangan), untuk melaksanakan perintah “Jika saya ≤ 0, maka keluar dari loop”.
Optimasi ini mudah diimplementasikan ketika pemrograman di mesin atau bahasa assembly. Itu instruksi cabang tidak langsung dapat diakses dalam khas tingkat tinggi bahasa pemrograman, meskipun banyak kompiler akan dapat melakukan optimasi yang sendiri.

BAB 3 Penutup

Kesimpulan

Pencarianberurutanatau seringdisebutpencarian linear merupakanmetodepencarian yang paling sederhana. Metode pencarian ini lebih mudah dan sederhana dibandingkan dengan pencarian biner. Sehingga akan memudahkan pengguna dalam menyelesaikan masalah
Pencarian linear atau sekuensial digunakan untuk menemukan nila tertentu dari sebuah daftar,yang terdiri dari memeriksa setiap satu dari unsur-unsurnya, satu dalam satu waktu dan dalam urutan sampai salah satu yang diinginkan ditemukan. Oleh karena itu, jika daftar memiliki beberapa elemem harus menggunakan metode lain( seperti pencarian biner atau hashing) akan lebih cepat, tetapi mereka juga memerlukan persyaratan tambahan.

Daftar Pustaka
1. en.wikipedia.org/wiki/Linear_search
2. amimaya.com/id/komputer/linear-sequential-model/
3. nurdiana.web.id
4. lecturer.epis-its.edu
5. id.wikibooks.org
6. yohan.es

    Tahapan Model Waterfall

    Model Proses
    Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap desain harus menunggu selesainya tahap sebelumnya yaitu tahap requirement. Secara umum tahapan pada model waterfall dapat dilihat pada gambar berikut :

    Tahapan model waterfall meliputi :

    • Requirment : Dalam tahapan ini jasa, kendala dan  tujuandari konsultasi dengan pengguna sistem.  Kemudian semuanya dibuat dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh user dan staf pengembang.  Dengan kata lain, dalam tahapn ini dilakukan analisa kebutuhan, kemdian diverifikasi klien dan tim SQA.
    • Specification : Dokumentasi spesifikasi, kemudian diperiksa oleh tim SQA.  Selanjutnya jika disetujui oleh klien, maka dokumen tersebutmerupakan kontrak kerjaantaraklien dan pengembang s0ftware.  Selanjutnya merencanakan jadwal pengembangan software. Jika disetujui oleh SQA, tahap desain baru dilakukan.
    •  Design : Proses design sistem membagi kebutuhan-kebutuhan menjadi sistem perangkat lunak atau perangkat keras.  Proses tersebut menghasilkan sebuah arsitektur keseluruhan. Desain perangkat lunak termasuk menghasilkan fungsi sistem perangkatlunak dalam bentuk yang mungkin ditransformasi kedalam satu atau lebih program yang dapat dijalankan.  Tahapan ini telah menentukan alur software hingga pada tahap algoritma detail.  Di akhir tahap ini, kembali diperksa tim SQA.
    • Implementation : Selama tahap ini, desain perangkat lunak disadari sebagai sebuah program lengkap atau unit program.  Desain yang telah disetujui, diubah dalam bentuk kode-kode program.  Tahap ini, kode-kode program yang dihasilkan masih pada tahap modul-modul. Diakhir tahap ini, tiap modul di testing tanpa diintegrasikan.
    • Integration : Unit program diintegrasikan dandiuji menjadi sistem yang lengkap untuk meyakinkan bahwa persyaratan perangkat lunak telah dipenuhi.  Setelah uji coba, sistem disampaikan ke konsumen.
    • Operaton mode & retirement : Normalnya, ini adalah tahap yang terpanjang.  Sistem dipasang dan digunakan. Pemeliharaan termasuk pembetulan kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya.  Perbaikan inmplementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru ditemukan.

    Proses Teknik
    Metode, Alat Bantu, dan Teknik
    Perangkat Keras yang digunakan stadar untuk pembuatan Sistem Kursus Pemrograman C ++ berbasis Online ( web ) :

      • Processor minimal Intel Dual  Core
      • RAM minimal 1 GB
      • Hardisk minimal 500 GB
      • VGA minimal 128 .
      • DVD RW
      • Display 14”
      • Mouse
      • OS : Microsoft Windows 7 ultimate
      • Browser : Mozilla firefox

    Perangkat Lunak
    Pembuatan program aplikasi Sistem Kursus Pemrograman C ++ berbasis Online ( web ) ini menggunakan sistem operasi Windows XP SP 3 dengan perangkat lunak aplikasi Macromedia Dreamweaver 8 sebagai interface dan pemrograman server side-nya, MySQL dan WordPress sebagai databasenya, xampp untuk webserver lokal, PHP sebagai bahasa pemrogramannya, Microsoft Visio untuk pembuatan DFD, proses bisnisnya dan perancangan ERD, CorelDraw X4 untuk desain interface.

    Model dalam Rekayasa Perangkat Lunak

    Database Managemen System
    PENGERTIAN
    Perangkat lunak merupakan program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Selain itu dapat juga dikatakan sebagai ‘penterjemah’ perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras.
    Atribut Perangkat Lunak yang baik:
    Perangkat Lunak seharusnya memberikan pengguna kebutuhan fungsionalitas dan unjuk kerja yang dapat:
    •Maintanability = PL harus dapat memenuhi perubahan kebutuhan
    •Dependability = PL harus dapat dipercaya
    •Efisiensi = PL harus efisien dalam penggunaan sumber daya
    •Usability = PL harus dapat digunakan sesuai dengan yang direncanakan
    B.EVOLUSI PERANGKAT LUNAK
    Evolusi Perangkat Lunak dibagi menjadi 4 Era yaitu:
    1.Era Pioner: sambungan-sambungan kabel ke antar bagian dalam komputer. Cara lain dalam mengakses komputer adalah menggunakan punched card yaitu kartu yang di lubangi. (contoh: ENIAC)
    2.Era Stabil: sistem basis data, yang memisahkan antara program (pemroses) dengan data (yang di proses) dan mampu menyelesaikan banyak pengguna (multi user) secara cepat/langsung (real time).
    3.Era Mikro: automisasi mengarah ke suatu jenis kecerdasan buatan.
    4.Era Modern: tingkat kecerdasan semakin meningkat , mulai bisa mengenal suara dan gambar. Contoh: Telephon, TV, AC
    C.MACAM-MACAM PERANGKAT LUNAK
    Macam Perangkat Lunak dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
    1.Perangkat Lunak Sistem
    Merupakan software yang mengelola perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan komputer.
    Contoh: DOS, Macintosh, Windows, dll
    2.Perangkat Lunak Bahasa Pemrograman
    Merupakan software yang berfungsi untuk membantu melakukan pembuatan program aplikasi komputer.
    Contoh: Visual Basic, C++, dll
    3.Perangkat Lunak Aplikasi
    Merupakan software yang berfungsi utnuk membantu melakukan berbagai tugas perkantoran/aktivitas sehari-hari.
    Contoh: pengolah kata, pengolah gambar, lembar sebar, dll
    D.REKAYASA PERANGKAT LUNAK ATAU SOFTWARE ENGINEERING
    merupakan disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan. Dalam RPL mengadopsi pendekatan yang sistematis dan terorganisir terhadap pekerjaannya. Selain itu juga menggunakan tool yang sesuai serta teknik yang ditentukan berdasarkan masalah yang akan dipecahkan, kendala pengembangan dan sumber daya yang tersedia.
    Metode Rekayasa Perangkat Lunak:
    Merupakan pendekatan terstruktur pengembangan PL termasuk model sistem, notasi, perancangan dan petunjuk pemrosesan. Terdiri dari:
    • Deskripsi Model: deskripsi pemodelan dengan grafik
    • Aturan: batasan yang digunakan pada model sistem
    • Rekomendasi: saran dalam membentuk perancangan yang baik
    • Petunjuk proses: aktifitas yang harus diikuti
    E.MITOS SOFTWARE
    1.Mitos Manajemen
    a.Buku yang lengkap dan banyak sebagai referensi telah cukup untuk pengembangan sebuah software
    b.Disediakan komputer terbaru
    c.Jika pengembangan terlambat, tambahkan programmer baru
    2.Mitos Pelanggan
    a.Pernyataan umum sudah dapat digunakan untuk memulai pembuatan program
    b.Kebutuhan proyek pengembangan software akan terus berubah, tapi perubahan dapat mudah diatasi
    3.Praktisi
    a.Sekali menulis programàdapat membuatnya bekerjaà pekerjaan selesai.
    b.Untuk menilai kualitas programà membuat sendiri program itu bisa berjalan
    c.Hasil akhir dari sebuah proyek à hanyalah dapat berjalan atau tidaknya program
    F.SOFTWARE PROCESS
    Merupakan serangkaian kegiatan dan hasil-hasil relevannya yang menghasilkan perangkat lunak sebagian besar dilakukan oleh perekayasa perangkat lunak. Ada 4 kegiatan/aktivitas pada proses PL :
    •Spesifikasi Perangkat Lunak : Fungsionalitas perangkat lunak dan batasan kemampuan operasinya harus didefinisikan.
    •Pengembangan (Perancangan dan Implementasi) Perangkat Lunak: Perangkat lunak yang memenuhi spesifikasi harus di produksi.
    •Validasi Perangkat Lunak : Perangkat lunak harus divalidasi untuk menjamin bahwa perangkat lunak melakukan apa yang diinginkan oleh pelanggan.
    •Evolusi Perangkat Lunak: Perangkat lunak harus berkembang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
    G.MODEL KONVENSIONAL PROSES PL
    Terdapat 4 jenis model, antara lain:
    1. Model aliran kerja (workflow): menunjukkan kegiatan pada proses bersama dengan input, output, dan ketergantungannya. Merepresentasikan pekerjaan manusia.
    2. Model aliran data (data flow): merepresentasikan proses sebagai suatu set kegiatan yang melakukan transformasi data. Menunjukkan bagaimana input ke proses, misalnya spesifikasi ditransformasi menjadi output, misalnya menjadi desain.
    3. Model peran/aksi: merepresentasikan peran orang yang terlibat pada PL dan kegiatan yg menjadi tanggung jawab mereka.
    4. Model air terjun (waterfall): Mengambil kegiatan dasar seperti spesifikasi, pengembangan, validasi, dan evolusi dan merepresentasikannya sebagai fase-fase proses yang berbeda seperti spesifikasi persyaratan, perancangan perangkat lunak, implementasi, pengujian dan seterusnya.
    H.MODEL EVOLUSIONER
    Model ini bersifat iteratif/ mengandung perulangan. Hasil proses berupa produk yang makin lama makin lengkap sampai versi terlengkap dihasilkan sebagai produk akhir dari proses. Selain itu tidak ada kegiatan spesifikasi, pengembangan, dan validasi yang terpisah. Kegiatan tersebut dilakukan pada saat yang bersamaan dengan umpan balik yang cepat untuk masing-masing kegiatan.
    Gambar 1. Model Evolusioner
    Kelebihan:
    Lebih efektif dari pendekatan air terjun dalam menghasilkan sistem yang dibutuhkan
    user mendapat pemahaman yang lebih baik dari masalah mereka
    •Kekurangan:
    Tidak ada visibilitas proses
    Sistem biasanya tidak terstruktur dengan baik
    Kemampuan khusus (misalnya bahasa untuk
    prototipe cepat) kemungkinan diperlukan
    •Aplikasi:
    Untuk sistem interaktif berukuran kecil atau medium
    Untuk bagian dari sistem besar (misalnya user interface)
    Untuk sistem dengan daur hidup pendek
    Terdapat 2 jenis model evolusioner yaitu:
    1.Pengembangan Eksplotari
    Tujuan: bekerja dengan pelanggan untuk menyelidiki persyaratan mereka dan mengirimkan sistem akhir.
    Obyektif : bekerja dengan konsumen dan melibatkan sistem akhir dari spesifikasi skema inisial. Dimulai dengan kebutuhan yang dimengerti dengan baik.
    2.Prototipe yang dapat dibuang (throw-away) à
    Berkonsentrasi pada eksperimen, dengan persyaratan pelanggan yang tidak dipahami dengan baik.
    Obyektif : mengerti kebutuhan sistem. Dimulai dengan kebutuhan yang tidak dimengerti dengan baik.
    Selain 2 model di atas, masih terdapat 2 jenis model berdasarkan Mills dan Boehm yaitu:
    1.Incremental Model (Original: Mills)
    •berdasarkan model sistem yang dipecah sehingga model pengembangannya secara increment/bertahap.
    •Masalah :
    1.cocok untuk proyek berukuran kecil (tidak lebih dari 200.000 baris coding)
    2.mungkin terjadi kesulitan untuk memetakan kebutuhan pengguna ke dalam rencana spesifikasi masing-masing hasil increment
     
    Gambar 2. Incremental Model
    2.Spiral Model (Original: Boehm)
    •Setiap loop mewakili satu fase dari software process.
    •Loop paling dalam berfokus pada kelayakan dari sistem, loop selanjutnya tentang definisi dari kebutuhan, loop berikutnya berkaitan dengan desain sistem dan seterusnya
    •Masalah:
    Membutuhkan waktu yang cukup panjang , sehingga waktu yang lama sama dengan biaya yang lebih besar.
    Add caption
    ——————————————————————————————————–
    Waterfall
    Model ini telah diperoleh dari proses engineering lainnya. Model ini menawarkan cara pembuatan perangkat lunak secara lebih nyata.
    Langkah-langkah yang penting dalam model ini adalah :
    1. Penentuan dan analisis spesifikasi
    Jasa, kendala dan tujuan dihasilkan dari konsultasi dengan pengguna sistem. Kemudian semuanya itu dibuat dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh user dan staf pengembang.
    2. Desain sistem dan perangkat lunak
    Proses desain sistem membagi kebutuhan-kebutuhan menjadi sistem perangkat lunak atau perangkat keras. Proses tersebut menghasilkan sebuah arsitektur sistem keseluhan. Desain perangkat lunak termasuk menghasilkan fungsi sistem perangkat lunak dalam bentuk yang mungkin ditransformasi ke dalam satu atau lebih program yang dapat dijalankan.
    3. Implementasi dan ujicoba unit
    Selama tahap ini desain perangkat lunak disadari sebagai sebuah program lengkap atau unit program. Uji unit termasuk pengujian bahwa setiap unit sesuai spesifikasi.
    4. Integrasi dan ujicoba sistem
    Unit program diintegrasikan dan diuji menjadi sistem yang lengkap untuk menyakinkan bahwa persyaratan perangkat lunak telah dipenuhi. Setelah ujicoba, sistem disampaikan ke kastamer
    5.Operasi dan pemeliharaan
    Normalnya, ini adalah phase yang terpanjang. Sistem dipasang dan digunakan.
    Pemeliharaan termasuk pembetulan kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru ditemukan.
    Gambar 1. Pemodelan Waterfall
    Dalam prakteknya, setiap langkah sering tumpang tindih dan saling memberi informasi satu sama lain. Proses perangkat lunak tidak linier dan sederhana tapi mengandung urutan iterasi dari aktivitas pengembangan. Selama di langkah terakhir, perangkat lunak telah digunakan. Kesalahan dan kelalaian dalam menentukan kebutuhan perangkat lunak original dapat diatasi.
    Sayangnya, model yang banyak mengandung iterasi sehingga membuat sulit bagi pihak manajemen untuk memeriksa seluruh rencana dan laporan. Maka dari itu, setelah sedikit iterasi, biasanya bagian yang telah dikembangkan akan dihentikan dan dilanjutkan dengan langkah pengembangan selanjutnya. Masalah-masalah selama resolusi selanjutnya, dibiarkan atau diprogram. Pemberhentian yang prematur dari persyaratan akan berarti bahwa sistem tidak akan sesuai dengan keinginan user. Mungkin juga sistem terstruktur secara jelek yang sebenarnya merupakan masalah desain akan dibiarkan karena terkalahkan oleh trik implementasi.
    Masalah pendekatan waterfall adalah ketidakluwesan pembagian project ke dalam langkah yang nyata/jelas. Sistem yang disampaikan kadang-kadang tidak dapat digunakan sesuai keinginan kastamer. Namun demikian model waterfall mencerminkan kepraktisan engineering. Konsekuensinya, model proses perangkat lunak yang berdasarkan pada pendekatan ini digunakan dalam pengembangan sistem perangkat lunak dan hardware yang luas.
    Pengembangan Evolusioner
    Model ini berdasarkan pada ide pengembangan pada implementasi awal yang akan menghasilkan komentar pemakai sehingga dapat dilakukan perbaikan melalui banyak versi sampai sistem yang mencukupi dapat dikembangan. Selain memiliki aktivitas-aktivitas yang terpisah model ini memberikan feedback dengan cepat dan serentak
    Terdapat 2 tipe pada model ini
    – Pemprograman evolusioner
    Dimana tujuan proses adalah bekerjasama dengan kastamer untuk menghasilkan kebutuhan-kebutuhan dan menyampaikan sistem akhir kepada pemakai/kastamer. Pengembangan dimulai dengan bagian-bagian sistem yang dimengerti. Sistem dikembangkan melalui penambahan features sesuai yang diusulkan oleh kastamer.
    – Pemodelan
    Dimana tujuan pengembangan evolusioner pada tipe ini adalah mengetahui kebutuhan-kebutuhan kastamer dan mengembangkan difinisi kebutuhan yang lebih baik untuk sistem. Model/contoh difikuskan pada penelitian bagian-bagian kebutuhan kastamer yang kurang dimengerti.
    Pemprograman evolusioner penting saat sulit untuk membuat spesifikasi sistem secara rinci. Beberapa orang mungkin setuju bahwa semua sistem masuk dalam tipe ini. Namun, pemprograman evolusioner banyak digunakan dalam pengembangan sistem AI (artificial intelligence) yang berusaha untuk menyamai kemampuan manusia.
    Kita tidak mungkin membuat spesifikasi yang rinci untuk perangkat lunak yang menyamai manusia karena kita tidak mengerti bagaimana manusia menjalankan tugas-tugas mereka.
    Pendekatan evolusioner biasanya lebih efektif daripada pendekatan waterfall untuk hal pengembangan perangkat lunak yang harus dengan segera dapat memenuhi kebutuhan kastamer. Namun, dari segi teknik dan manajemen, model ini memiliki masalah mendasar yaitu:
    – Proses tidak visibel.
    Manager-manager membutuhkan “deliverables” yang teratur untuk mengukur kemajuan. Jika sistem dikembangkan dengan cepat akan terjadi pemborosan pada pembuatan dokumen yang menggambarkan setiap versi sistem.
    – Sistem-sistem biasanya kurang terstruktur
    Kecenderungan perubahan yang terus menerus akan mengurangi stuktrur dari perangkat lunak. Evolusi perangkat lunak terlihat sulit dan mahal.
    – Ketrampilan khusus jarang dimiliki
    Tidak jelas batasan ketrampilan yang normal dalam rekayasa perangkat lunak yang mungkin dapat digunakan secara efektif dalam model pengembangan ini. Kebanyakan sistem yang dikembangkan melalui cara ini telah diimplementasikan oleh kelompok kecil yang memiliki ketrampilan yang tinggi dan motivasi yang kuat.
    Untuk memecahkan masalah-masalah tersebut, kadang-kadang tujuan dari pengembangan evolusioner adalah mengembangkan contoh sistem. Contoh ini digunakan untuk mengerti dan mevalidasikan spesifikasi sistem. Disinilah pengembangan evolusioner merupakan bagian dari beberapa proses yang lebih luas. ( seperti model waterfall ).
    Karena masalah-masalah tersebut, sistem dengan skala besar biasanya tidak dikembangkan melalui cara ini. Pengembangan evolusioner lebih tepat untuk
    – Pengembangan sistem yang relatif kecil.
    Masalah-masalah mengenai perubahan sistem yang ada dihindari dengan meimplementasi ulang sistem keseluruhan kapanpun perubahan yang signifikan diperlukan. Jika pemodelan digunakan, tidak terlalu mahal.
    – Pengembangan sistem yang memiliki masa hidup yang relatif singkat.
    Disini, sistem dikembangkan untuk mendukung beberapa aktivitas yang dibatasi oleh waktu. Contohnya, sebuah sistem yang mungkin dikembangkan secara khusus untuk peluncuran produk baru.
    – Pengembangan sistem atau bagian-bagian dari sistem yang besar dimana tidak memungkinkan untuk menyatakan spesifikasi secara rinci. Contohnya, sistem AI dan interfaces pemakai.
    Spiral Boehm
    Model proses nyata waterfall yang berorientasi dokumen telah diambil sebagai standar umum oleh banyak agen pemerintah dan pembuat perangkat lunak. Jadi, tidak mudah melupakan model tersebut walaupun masih terdapat masalah-masalah yang ditimbulkan dalam model tersebut. Kita membutuhkan sebuah proses yang lebih baik untuk manajemen yang dapat menggunakan semua model umum seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya. Model perbaikan tersebut juga harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan pembuat perangkat lunak. Pendekatan alternatif diusulkan oleh Boehm (1988). Boehm mengusulkan sebuah model yang secara eksplisit menjelaskan bahwa resiko yang disadari mungkin membentuk dasar model proses umum.
    Model Boehm bebrbentuk spiral. Setiap loop mewakili sebuah tahap dari proses perangkat lunak.
    Tidak ada tahap yang tetap dalam model ini. Manajemen harus memutuskan bagaimana membentuk proyek kedalam tahap-tahap. Perusahaan biasanya bekerja dengan beberapa model umum dengan tahap tambahan untuk proyek khusus atau ketika masala-masalah ditemukan selama pembuatan proyek.
    Setiap loop dibagi dalam 4 sektor
    1. Pembuatan tujuan
    Tujuan, hambatan dalam proses ataupun produk serta resiko-resiko proyek ditentukan. Rencan rinci manajemen juga ditulis lengkap. Pembuatan strategi-strategi alternatif direncanakan sesuai dengan resiko yang ada.
    2. Perkiraan dan pengurangan resiko
    Untuk setiap resiko yang telah diidentifikasi, akan dibuat analisis rincinya. Kemudian diambil langkah-langkah untuk mengurangi resiko. contohnya, jika ada resiko bahwa persyaratan-persyaratan tidak tepat maka sebuah model contoh mungkin dapat dikembangkan.
    3. Pengembangan dan validasi
    Setelah evaluasi resiko, sebuah model pengembangan untuk sistem dipilih. Misalnya, jika resiko interface pengguna yang dominan maka model pengembangan yang tepat mungkin pengembangan evolusioner dengan menggunakan model contoh (prototipe)
    Jika resiko keselamatan yang diutamakan, model pengembangan yang sesuai adalah transformasi formal dan seterusnya. Model waterfall mungkin tepat digunakan jika resiko yang diutamakan adalah integrasi sistem.
    4. Perencanaan
    Jika diputuskan untuk melanjutkan pada loop spiral berikutnya maka proyek dibicarakan kembali dan rencana dibuat untuk tahap selanjutnya.
    Tidak perlu untuk menggunakan satu model tunggal pada setiap loop spiral bahkan dalam keseluruhan sisten perangkat lunak. Model spiral encompasses model lainnya. Pemodelan digunakan pada salah satu psiral untuk memecahkan masalah kebutuhan. Kemudian dapat diikuti oleh model konvensional, waterfall. Transformasi formal digunakan untuk mengembangkan bagian-bagian sistem yang memiliki persyaratan keselamatan yang tinggi dan pendekatan reuse digunakan untuk pengimplementasian bagian-bagian lain dari sistem data manajemen.
    Pada implementasinya, model spiral ini juga banyak digunakan, tetapi biasanya dikombinasikan dengan model yang lain. Pemodelan waterfall, yang sangat bagus dalam menentukan millestones dan pemodelan spiral, yang sangat bagus dengan menggunakan prototyping, merupakan kombinasi yang sering dipakai di dalam kontrak-kontrak untuk perangkat lunak dewasa ini.
    5. Manajemen Resiko
    Perbedaan yang mendasar antara model spiral dengan model lainnya adalah bahwa model spiral dengan eksplisit menyadari resiko-resiko yang ada. Resiko adalah konsep yang sulit didefinisikan secara tepat. Secara informal resiko adalah sesuatu yang sederhana yang dapat menyebabkan kesalahan. Contohnya, jika bertujuan menggunakan pemprograman bahasa baru (new programming language), resiko yang mungkin adalah alat pengumpul yang digunakan tidak reliabel dan tidak menghasilkan code objek yang efesien.
    Resiko adalah sebagai hasil ketidakcukupan informasi. Resiko tersebut dapat dipecahkan dengan pengenalan beberapa kegiatan yang dapat menutupi informasi yang kurang menyakinkan. Dalam contoh diatas, resiko mungkin dapat diatasi dengan survey pasar untuk menemukan alat pengumpul mana yang dapat digunakan dan bagaimana kebaikan alat tersebut. Jika sistem ternyata tidak sesuai maka keputusan untuk menggunakan bahasa baru harus diubah.
    Siklus spiral dimulai dengan penguraian tujuan-tujuan seperti performance, kegunaan, dan seterusnya. Cara alternatif dalam pencapaian tujuan dan hambatan dipergunakan dengan sebaik-baiknya kemudian diperhitungkan. Setiap alternatif diperhitungan bertentangan dengan tujuan. Ini biasanya menghasilkan identifikasi sumber resiko proyek. Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi resiko-resiko ini dengan aktivitas seperti analisis yang lebih detail, pembuatan model/contoh, simulasi dan seterusnya. Untuk menggunakan model spiral, Boehm menyarankan sebuah bentuk umum yang dipenuhi dalam setiap daerah spiral. Bentuk ini mungkin dilengkapi pada sebuah level abtrak atau perkiraan rinci yang imbang dari pengembangan produk.
    ———————————————————————————————————–
    1. Model Waterfall
    Biasa juga disebut siklus hidup perangkat lunak. Mengambil kegiatan dasar seperti spesifikasi, pengembangan, validasi, dan evolusi dan merepresentasikannya sebagai fase-fase proses yang berbeda seperti spesifikasi persyaratan, perancangan perangkat lunak, implementasi, pengujian dan seterusnya.
    Keterangan di atas adalah sebagai berikut :
    Analisis dan Definisi Persyaratan : Pelayanan, batasan, dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user sistem.
    Perancangan sistem dan Perangkat Lunak : Proses perancangan sistem membagi persyaratan dalam sistem perangkat keras atau perangkat lunak. Menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan.
    Implementasi dan pengujian unit : Perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Pengujian unit melibatkan verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasinya.
    Integrasi dan Pengujian Sistem : Unit program atau program individual diintegrasikan dan diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah dipenuhi. Setelah pengujian sistem, PL dikirim ke User.
    Operasi dan Pemeliharaan : Biasanya merupakan fase siklus yg paling lama (walaupun tidak seharusnya). Sistem diinstall dan di pakai. Pemeliharaan mencakup koreksi dan berbagai error yg tdk ditemukan pada tahap-tahap sebelumnya, perbaikan atas implementasi unit sistem dan pengembangan pelayanan sistem.
    Kekurangan model waterfall:
    Terjadinya pembagian proyek menjadi tahap-tahap yang tidak fleksibel, karena komitmen harus dilakukan pada tahap awal proses.
    Hal ini mengakibatkan sulitnya untuk merespon perubahan kebutuhan pengguna (user).
    Model air terjun harus digunakan hanya ketika persyaratan dipahami dengan baik.
    2. Model RAD
    RAD adalah model proses pembangunan PL yang incremental.
    RAD menekankan pada siklus pembangunan yang pendek/singkat.
    RAD mengadopsi model waterfall dan pembangunan dalam waktu singkat dicapai dengan menerapkan component based construction.
    Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini.
    Jika kebutuhan lengkap dan jelas maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan secara komplit software yang dibuat adalah misalnya 60 sampai 90 hari.
    Kelemahan model RAD:
    Tidak cocok untuk proyek skala besar
    Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi
    Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini
    Resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini

    Pengertian dan Tujuan Rekayasa Perangkat Lunak

    Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) / Software Engineering. Ingin tahu lebih lanjut mengenai apa itu Rekayasa Perangkat Lunak, Tujuan dan Keterkaitannya dengan disiplin ilmu yang lain, berikut ulasanya :
    Pengertiaan dan Definisi 
    Menurut Wikipedia : Rekayasa perangkat lunak adalah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan manajemen kualitas. 
    Menurut IEEE Computer Society : Rekayasa perangkat lunak sebagai penerapan suatu pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi atas pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan perangkat lunak, serta studi atas pendekatan-pendekatan ini, yaitu penerapan pendekatan engineering atas perangkat lunak.
    Rekayasa Perangkat Lunak adalah pengubahan perangkat lunak itu sendiri guna mengembangkan, memelihara, dan membangun kembali dengan menggunakan prinsip reakayasa untuk menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna.
    Tujuan Rekayasa Perangkat Lunak
    Secara lebih khusus kita dapat menyatakan tujuan dan Rekaya Perangkat Lunak ini adalah:
    Memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah.
    Menghasilkan pereangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu
    Menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenis platform
    Menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah
    Kriteria Dalam Merekayasa Perangkat Lunak
    Dapat terus dirawat dan dipelihara (maintainability)
    Dapat mengikuti perkembangan teknologi (dependability)
    Dapat mengikuti keinginan pengguna (robust).
    Efektif dan efisien dalam menggunakan energi dan penggunaannya.
    Dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan (usability).
    Ruang Lingkup Rekayasa Perangkat Lunak
    Software Requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan dan persyaratan perangkat lunak.
    Software desain mencakup proses penampilan arsitektur, komponen, antar muka, dan karakteristik lain dari perangkat lunak.
    Software construction berhubungan dengan detail pengembangan perangkat lunak, termasuk. algoritma, pengkodean, pengujian dan pencarian kesalahan.
    Software testing meliputi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak.
    Software maintenance mencakup upaya-upaya perawatan ketika perangkat lunak telah dioperasikan.
    Software configuration management berhubungan dengan usaha perubahan konfigurasi perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
    Software engineering management berkaitan dengan pengelolaan dan pengukuran RPL, termasuk perencanaan proyek perangkat lunak.
    Software engineering tools and methods mencakup kajian teoritis tentang alat bantu dan metode RPL.
    Rekayasa Perangkat Lunak dan Disiplin Ilmu Lain
    Cakupan ruang lingkup yang cukup luas, membuat RPL sangat terkait dengan disiplin dengan bidang ilmu lain. tidak saja sub bidang dalam disiplin ilmu komputer namun dengan beberapa disiplin ilmu lain diluar ilmu komputer.
    Keterkaitan RPL dengan bidang ilmu lain
    Bidang ilmu manajemen meliputi akuntansi, finansial, pemasaran, manajemen operasi, ekonomi, analisis kuantitatif, manajemen sumber daya manusia, kebijakan, dan strategi bisnis. 
    Bidang ilmu matematika meliputi aljabar linier, kalkulus, peluang, statistik, analisis numerik, dan matematika diskrit.
    Bidang ilmu manajemen proyek meliputi semua hal yang berkaitan dengan proyek, seperti ruang lingkup proyek, anggaran, tenaga kerja, kualitas, manajemen resiko dan keandalan, perbaikan kualitas, dan metode-metode kuantitatif.Mungkin itu dulu yang bisa saya share pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.

    baca di : http://www.kiosbisnis.com/2012/11/pengertian-dan-tujuan-rekayasa.html

    Sistem Dasar Informasi

    Add caption
    Menurut Mc leod : “Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi “
    Menurut alter(1992)
    Sistem informasi adalah
    kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.
    Definisi sistem informasi adalah kumpulan informasi didalam sebuah basis data menggunakan model dan mediateknologi informasi digunakan di dalam pengambilan keputusan bisnis sebuah organisasi.Di dalam suatu organisasi, informasi merupakan sesuatu yang penting didalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen
    Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan
    Informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum sebagai berikut :
    · harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat
    · harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan / pengambilan keputusan
    · harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan
    · harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu menuntut adanya tindakan.
    Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :
    Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai
    · Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan
    · Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi
    · Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem informasi.
    Komponen Sistem Informasi
    Sistem informasi mempunyai enam buah komponen atau disebut juga dengan blok bangunan (building block), yaitu :
    Komponen input atau komponen masukan
    Komponen model
    Komponen output atau komponen keluaran
    Komponen teknologi
    Komponen basis data
    Komponen kontrol atau komponen pengendalian.
    Keenam komponen ini harus ada bersama-sama dan membentuk satu kesatuan. Jika satu atau lebih komponen tersebut tidak ada, maka sistem informasi tidak akan dapat melakukan fungsinya, yaitu pengolahan data dan tidak dapat mencapai tujuannya, yaitu menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat. Komponen-komponen dari sistem informasi ini dapat digambarkan sebagai berikut ini :
    · Blok Masukan (Input Block)
    Input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
    · Blok Model (Model Block)
    Kombinasi prosedur, logika, dan model matemetik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diingiinkan.
    · Blok Keluaran (Output Block)
    Keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
    · Blok Teknologi (Technology Block)
    Teknologi merupakan kotak alat (tool box) dalam sistem informasi.Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara menyeluruh.
    · Blok Basis Data (Database Block)
    Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
    · Blok Kendali (Control block)
    Beberapa pengendalian yang dirancang secara khusus untuk menanggulangi gangguan-gangguan terhadap sistem.
    Aplikasi Jenis sistem informasi
    Routine Processing System(RPS)
    RPS digunakan untuk melayani berbagai kebutuhan yang telah terdefinisi dan terjadwal secara rutin.
    Real Time Information System(RTIS)
    RTIS digunakan untu kmelayani kegiatan yang memerlukan respon cepat.
    Distributed Data Processing System (DDPS)
    DDPS digunakan untuk melayani kebutuhan yang tersebar secara geografis dengan sumber daya yang juga tersebar.
    Transaction Processing System (TPS)
    TPS digunakan untuk melayani kegiatan yang bersifat transaksional yaitu membawa perubahan terhadap kondisi sistem yang ada.
    Ikuti

    Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.