Monthly Archives: November 2012

Renungan Untukku dan Untukmu

Istilah Islam
Kata Islam berasal dari bahasa Arab, aslama, yuslimun, islaman, yang mempunyai beberapa arti, yaitu :
1) Melepaskan diri dari penyakit lahir dan batin;
2) Kedamaian dan keamanan;
3) Ketaatan dan kepatuhan.( Depdikbud, Ensiklopedi Islam, Jakarta : PT Ichtiar Baru Van Holve, 1998.

Masjfuk Zuhdi ( 1988:15-16) memilih penjelasan etimologis, yakni mengartikan terminologi Islam ini dengan ” keselamatan , perdamaian, dan penyerahan diri kepada Tuhan”.
AlQur’an menyebut kata Islam sebanyak depalan kali,yaitu dalam surat :
QS Al-Maidah (5):3; QS Al-An’am (6):125; QS Az-Zumar (39):22; QSAsh-Shaf (61):7; QS Al-Hujarat (49):17; QS At-Taubah(9):74.
” Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Swt, dan bahwanya Nabi Muhammad itu utusan Allah Swt, engkau melaksanakan shalat, menunaikan zakat, berpuasa bulan ramadhan, dan melakukan haji jika berkuasa ” (HR Muslim)

Istilah Agama
Al Qur’an mengungkapkan dengan sebutan ad-din, seperti termaktub dalam ayat ” ….. pada hari ini, telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu ( dinakum), dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu………….( QS Al Maidah (5):3. ” Sesungguhnya agama (di-na) yang diridhai disi Allah swt hanyalah Islam, (QS Ali-Imran (3):19”.

Maka apabila orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah SWT, menerima agama Islam berarti ia mendapatkan nur cahaya dari Tuhannya ( QS Az-Zumar(39):22.

Bekerjalah untuk duniamu seakan akan kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan akan kamu akan mati besok ( Al Hadist )

Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah ( Al Hadist)

Memikul kayu bakar lebih mulia daripada mengemis ( Al Hadist)

Seandainya seseorang mencari kayu bakar dan dipikulnya diatas punggungnya, hal itu lebih baik daripada kalau ia meminta –minta kepada seseorang yang kadang-kadang diberi , kadang kadang ditolak ( Al Hadist).

Janganlah sekali kali diantara kalian ada yang duduk- duduk enggan mencari karunia Allah, sambil berdoa : Ya Allah, limpahkanlah karunia kepadaku, padahal ia telah mengetahui bahwa langit tidak pernah menurunkan hujan emas dan perak ( Al Hadist).

Mukmin yang kuat itu lebih lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah ( Al Hadist)
Allah lebih menyukai mukmin yang bekerja …. ( Al Hadist)

Tameng Perjuangan

Pedang-pedang jihad telah terhunus
Siap bergerak kegaris terdepan
Menghadang musuh-musuh Allah
Yang menyerang garang penuh biadab
Pedang-pedang jihad telah menyatu
Menggelora disetiap relung mujahid
Tuk menghentak ulah pemberontak
Yang tiada jera melawan kebenaran
Wahai para pembela kalimah Allah
Jangan biarkan pedangmu merintih
Lantaran tak dihunus pemiliknya
Hingga tiada daya tiada guna
Wahai mujahid, kaulah prajurit sejati
Buatlah pedang jihad itu miliki arti
Jadi tameng pengokoh juangmu
Digjayakan dienullah di semesta ini
***************
SANG PENYEMANGAT
(dialah guruku)
Hatiku begitu menggebu
Setiap kudengar tausiyah suci itu
Rangkai katanya merona hatiku
Alur ritmiknya memerah telingaku
Jiwaku menggebu haru bertalu
Setiap derap pergerakan dihentakkan
Menyentak rasa lengang sanubari
Menggetar senyap keterlenaanku
Wahai geloraku, jangan tenggelamkan
Rasa cintaku pada perjuangan ini
Hanya karena tak bertemu sang guru
Yang selalu mengetuk pintu hatimu
Sematkan dalam ingatanmu,
Pandangan optimis penuh harapan
Seperti menatap indahnya langit biru
Penuh cahaya, menghangatkan hati
Agar kusambut langkah perjuangan itu,
Bersama kalam dan sabda yang tlah terpatri
Buktikan rasa peduli, simbol pemberani
Agar sinarnya terangi persada ini
Jadilah bunga yang harum di persada ini
Yang menebar wangi, pesona alami
Bangkit dan melangkahlah dengan pasti
Peradaban di negeri ini harus tegak berdiri

Kehidupan Akhirat Kita

 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Q.S. Al-Hasyr (59) : 18)

Pesan Nabi Tentang Mati

Jangan takut mati karna pasti terjadi
Setiap insan pasti mati
Hanya soal waktu…
Pesan Nabi jangan takut mati
Meski kau sembunyi, dia menghampiri..
Takutlah pada kehidupan setelah kau mati..
Renungkanlah itu.. “
Itulah penggalan lagu Bimbo tentang mati…
Tak ada yang menyangkal bahwa setiap yang bernyawa akan mati, seperti firman Allah, “Kullu nafsin za`iqotul maut”. Kematian adalah salah satu rahasia Tuhan. Kematian sebagai rahasia bukan hanya terletak pada waktu kapan manusia akan mati, namun juga peristiwa yang dialami oleh mereka yang menemui kematian dan orang-orang yang berhubungan dengannya.
Ada sebuah cerita yang dapat menjelaskan fenomena rahasia kematian.  Seorang kawan kuliah saya saat S1 tahun 1995-an, sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya). Dia aktif di beberapa organisasi intra kampus hingga kesibukannya setiap hari tak jauh dari urusan organisasi.
Pada tahun 1997, saya dan seorang sahabat memilih Bunga sebagai salah satu satu koordinator dalam event nasional yang akan kami selenggarakan. Bunga sempat aktif dalam kegiatan praevent sejak Februari hingga Mei. Tapi jelang event tersebut dilaksanakan, Bunga mengundurkan diri karena keluarganya dari luar Pulau Jawa akan datang dan berlibur. Bunga lebih memilih berlibur bersama keluarganya di sebuah tempat wisata di Jawa Tengah. Usai berlibur, keluarganya yang terdiri dari ibu dan kedua orang adiknya kembali ke kampung halaman. Tak dinyana tak diduga, ternyata pesawat yang telah take off di Bandara Husein mengalami kerusakan mesin dan harus mendarat darurat. Pesawat itu jatuh di jalan Jatmika. Alhamdulillah kedua orang adiknya selamat, namun sang ibu meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Dimanakah rahasia Tuhan dalam peristiwa tersebut? Dengan adanya seseorang memilih untuk meninggalkan urusan organisasi, mengundurkan diri dari tanggung jawab jabatan, dan lebih memilih berlibur dengan keluarga saja sudah menjadi keanehan. Tuhan “menakdirkan” seseorang untuk bersama keluarga yang ternyata itu adalah “akhir” dari sebuah kebersamaan mereka saja sudah menjadi sebuah rahasia. Bayangkan saja bila ia mengabaikan keluarga yang berkunjung dan memilih aktif dalam organsasinya, ternyata beberapa hari kemudian ia tak bisa lagi bersama salah satu keluarga karena harus “pergi’ lebih dahulu. Barangkali akan muncul penyesalan yang amat dalam.
Salah satu keanehan juga terjadi tadi malam. Adik saya dan keluarganya yang biasanya hanya berkunjung lalu pulang, kemarin mendadak akan menginap di rumah saya di Ciwastra. Tentu kami senang sekali karena selama bertahun-tahun tinggal di rumah, baru kakak & keluarganya saja menginap. Jelang Isya, adik ipar saya dihubungi oleh keluarganya yang tinggal di Ujung Berung. Katanya, ayah mereka yang sedang sakit minta ketemu. Bergegaslah adik ipar ke rumah keluarganya di Ujung Berung. Ternyata tak lama setelah kedatangannya, sang ayah menghembuskan napas terakhir. Inna lillahi wa inna Ilaihi Rojiun.
Yang menjadi keanehan, keputusan bermalamnya keluarga adik di rumah kami di Ciwastra membuatnya lebih mudah dan lebih cepat ke rumah orang tuanya di Ujung Berung. Bandingkan bila harus pergi dari rumah di Geger Kalong yang memakan waktu lebih lama, apalagi bila disergap oleh kemacetan jalan Setia Budhi. Itulah bagian dari rahasia Tuhan. Allah mudahkan jalan baginya untuk bertemu sang ayah untuk terakhir kalinya.
Allah telah mengatur hidup manusia sedemikian rupa dan banyak rahasia yang tidak kita ketahui, namun mengandung banyak hikmah dan kebaikan dari Allah SWT.
Inna Lillahi wa inna ilaihi Rojiun
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihii wa’fuanhu
Allahumma latahrimna ajrohu walataftina ba’dahu waghfirlana walahu.
Ampunilah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia di surga-Mu.. Amin

Dosen Tak Bernyawa

# Tulisan Terakhir Ukhti Novitia Lutfiatul Khoriyah, Mahasiswi Kedokteran Undip#

Ahad 4/11/2012 malam, terjadi musibah kecelakaan yang menghantarkan dua mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semar

ang, ke haribaan Allah Ta’ala. Kecelakaan terjadi di Jalan Raya wisata Rempoah, Baturraden, Banyumas. Keduanya adalah penum
pang bus PO Raharja yang mengangkut rombongan FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia) sebuah forum yang menaungi Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran se-Indonesia yang sedang mengadakan Seminar Nasional.

Kedua korban meninggal dunia adalah Novitia Lutfiatul Khoriyah (19), yang bertempat tinggal di Bukitjaya, Palelawan, Riau dan Esti Ilma Zakiya (18), Jalan Jendana No 19 A Bekasi.

Berikut adalah Tulisan Terkahir Ukhti Novitia Lutfiatul Khoriyah yang ditulis pada tanggal 1 November 2012. Tulisan ini diambil dari blog pribadinya

======================================

“Manusia berawal dari setetes air mani yang hina,
Berakhir menjadi seonggok daging yang membusuk,
Dan saat ini berada diantara keduanya dengan membawa kotoran kemana-mana”
-Salim A. Fillah- “Dalam Dekapan Ukhuwah”

Kematian merupakan salah

satu topik yang sangat dihindari oleh kebanyakan orang, apalagi kita yang masih muda-muda. Sukar dimulai dan mudah untuk dihentikan. Padahal setiap manusia tak akan pernah tahu waktu kedatangannya. Kematian tak akan memandang umur, tua muda akan mati bila waktunya memang telah tiba.

Setiap kali memasuki ruangan praktikum anatomi jantungku selalu berdesir miris. Seonggok tubuh yang terbujur kaku dengan bentuk yang sudah tak beraturan dan tak “manusiawi” menjadi pemandangan yang selalu ditemui setiap minggunya. Melawan kodrat alam, dipaksa tak membusuk dengan formalin. Tubuh-tubuh yang dulunya selalu dibanggakan, tegap, gagah, langsing dan sebagainya yang menjadi pemicu dosa bila tak digunakan dalam koridor syariat-Nya.

Untuk melawan rasa takut, hal pertama yang aku perhatikan saat menghadapi cadaver adalah wajahnya. Walaupun tetap bergidik merinding melihat otot-otot wajah yang menegang saat sakaratul maut. Tergambar jelas kesakitan yang dirasakan saat detik-detik malaikat Izrail menjemput. Bahkan manusia termulia, dengan pengambilan ruh yang benar-benar pelan dan lembut saja merasakan sakit yang benar-benar sakit. Apalagi kita, yang sadar akan siksa neraka namun tetap rutin berbuat dosa.

Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut.

Seringkali tak teganya rasanya membuka lapisan demi lapisan kulit mereka, menarik-narik otot untuk mencari perlekatannya, mengorek-ngorek menemukan pembuluh darah serta syaraf yang letaknya tersembunyi dan lain-lain. “ Ini dulunya juga manusia Nov, sama sepertimu, maka perlakukanlah dengan baik dan lembut”, ucapku pada diri sendiri.

Perasaan jijik juga sering mendatangi, bersyukur pada Allah yang memberikan rasa lupa pada manusia. Sehingga aku dan teman-teman masih bisa makan walaupun baru saja memegang dan berkutat dengan cadaver menggunakan tangan kosong, setelah cuci tangan tentunya.

Laboratorium anatomi dan seluruh mayat-mayat didalamnya selalu mengingatkanku akan datangnya kematian yang tak tahu kapan akan menjemputku. Mereka adalah guru-guruku, guru dunia karena mengajarkan banyak ilmu pengetahuan serta guru akhirat yang menjadi reminder akan kehidupan dunia yang sementara ini.

Mayat-mayat yang tak jelas asal usulnya, tunawisma, preman dengan tato-tato di tubuhnya dan entah siapa itu tak pernah mengharapkan tubuhnya disayat-sayat dan dipotong-potong menjadi media pembelajaran kami. Semasa hidupnya mereka pasti mengharapkan mayatnya kelak diurus sewajarnya. Dimandikan, disholatkan, dikafani, dimakamkan, dan didoakan oleh keluarga. Pantas atau tidak mereka bisa disebut orang-orang yang tidak beruntung.

Salah seorang temanku pernah bertanya “Apa dosa-dosa mereka bisa tergugurkan ya? Secara fisik mereka adalah preman yang tak pernah kita tahu amal ibadahnya, dan dilihat dari niat mereka tak pernah berharap jadi media praktikum.”

“Hanya Allah yang tahu, tugas kitalah selalu berdoa agar dosa-dosa mereka diampuni melalui setiap sentuhan dan perlakuan yang kita berikan pada mereka” ucapku menutup pembicaraan seusai praktikum bebas malam itu.

Ya Allah, siapapun mereka, ampunilah dosa-dosa mereka
Jadikanlah setiap perlakuan yang kami berikan sebagai penggugur dosa mereka
Terimalah setiap amal ibadah mereka semasa hidup dulu
Gantikanlah liang lahat mereka dengan rumah-rumah surga-Mu
Gantilah kain kafan mereka dengan baju-baju kebesaran penghuni surga

Sayangilah mereka
Karena mereka kami mengenal ilmu-ilmu Mu
Karena mereka kami menjadi orang yang bersyukur
Dan karena mereka, kelak kami bisa menolong hamba-hamba Mu

Wahai DIRI

“Wahai diri…!! Engkau orang yang berakal (waras pikirannya), hendaklah engkau sadar, kita hanya memiliki sedikit waktu untuk mengabdi padanya.

Maka naif sekali jika engkau mencukupkan diri dengan ibadah ritual yang hanya untuk dirimu saja tanpa kau pikirkan orang lain disana.

Karena yang kutahu seringkali ketika waktu kugunakan :
– Sesaat untuk bermunajat kepada Allah, tapi bermunajat malah tak banyak membekas dalam diriku.
– Sesaat untuk muhasabah diri, tetapi aku masih biasa saja bersikap bahkan tak sedikit menyadari bahwa malaikat pasti datang bertamu.
– Sesaat untuk bertafakur berkaitan dengan segala ciptaan Allah, tetapi aku masih biasa saja mensyukurinya.

Wahai diri era kemuliaan itu ada didalam hatimu, selamanya selama kau mampu menggali potensinya..!!
Tidak ada yang bisa menjamin, nyawa kita masih ada hingga detik selanjutnya…
Wallahu A’lam Bisshawab

Risalah Seorang Pemuda

Dalam lintasan sejarah, para pemuda selalu mengambil peran menonjol dalam perubahan.
Maka pemuda pulalah yang akan hadir menjadi pejuang penegak Syari’ah dan Khilafah.

Dari itu seharusnya Generasi Pemuda Islam mempunyai tekad dan pengakuan bahwa :
– Berakidah satu, yaitu Aqidah Islam.
– Berhukum satu, yaitu Syari’at Islam.
– Berjuang hanya demi tegaknya Syari’ah dan Khilafah.

Maka ada 10 risalah yang harus diketahui oleh Generasi Pemuda Islam Indonesia.
1. Memahami Islam dengan sebaik-baiknya.
2. Mengimani segenap ajaran Islam dengan iman yang kokoh.
3. Mengamalkan dan mendakwahkan Islam hingga tegak, setegak-tegaknya dibumi Allah ini.
4. Berjihad di jalan Allah tiada henti.
5. Sabar dan Istiqomah dalam perjuangan.
6. Mempersaudarakan manusia dalam ikatan Islam.
7. Mengarahkan dan menggerakkan potensi ummat Islam.
8. Optimis terhadap masa depan Islam.
9. Introspeksi terhadap segala aktivitas yang telah dilakukan.
10. Senantiasa Ikhlas dalam setiap pengabdian.

Jika cobaan sepanjang sungai, maka seharusnya kesabaran seluas samudera.
Jika harapan seluas hamparan, seharusnya ikhtiar itu seluas langit yang membentang.
Jika pengorbanan sebesar bumi, maka seharusnya keikhlasan itu seluas jagad raya.

Kesabaran dan Istiqomah lahir karena sebuah keyakinan bahwa Allah SWT akan bersama dengan hamba-Nya yang memperjuangkan risalah-Nya.

Ingatlah kemenangan Islam adalah janji Allah dengan atau tanpa kita dan kemenangan itu pasti akan terwujud.
Jika kita tidak mengambil peran perjuangan, maka pasti akan ada orang lain yang mengambil peran itu.
Bukan Islam yang memerlukan kita, tetapi kita yang membutuhkan Islam.

Hidup adalah pilihan, apakah mau mengambil peran perjuangan atau tidak ?

Dakwah adalah Cinta

Cinta akan meminta semua perhatian, pikiran, jalan, duduk | Bahkan ditengah lelap mimpi pun tentang dakwah, tentang umat yang dicintai.

Dakwah akan menyedot energi terbaik,sampai tulang belulang luluh lantak | yang hancur pun di paksa berlari.

Maka, adalah perkara yang logis, ketika dakwah terasa melelahkan, menyakitkan | Bahkan berjuang dijalan ini tidak sepi dari godaan & kefuturan…

Namun dakwah yang berdiri diatas ideologi terus mengkondisikan pngembannya untuk senantiasa ikhlas | bahkan pada saat ia tidak ingin ikhlas sekalipun.

“Ya Allah, gantikanlah kesedihan ini dengan kebahagiaan tiada batas, saat berjumpa dengan-Mu. Aamiin…”

Catatan Indah Kertas Putihku

Titian jalan yang tak selamanya teduh
Adakalanya penuh kobaran api di tepian
Kepulan asap menggelapkan jadi belenggu
Atau duri berserakan menyebabkan luka
Darah dan air mata membentuk telaga penghias rasa
Saat tiba masanya… ikhlas atas satu pengorbanan
Perjuangan bak tombak dalam genggaman
Sekuat apakah kau gunakan?
Jika lelah tak sebanding dengan yang kau harapkan
Atau asa mu tak sesuai jalan Sang Pencipta
Ikhlas menjadi alasan untuk tetap berjuang
Indah… lihatlah mentari senja di barat sana mengalir menuju peraduannya, jatuh perlahan melantunkan syukur
Begitu pula keikhlasan adalah sebuah fitrah
Ketika aliran sungai pun berujung pada garis pantai…
Begitu pula dengan akhir hidup ini…
“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya”. (QS. Al-Baqarah: 156)

Pakar Pendidikan Islam

Pakar Pendidikan Islam: “Paradigma Pedidikan Indonesia Terinfeksi Kapitalis”

Syabab.Com – “Paradigma pedidikan Indonesia telah terinfeksi kapitalis,” ungkap Pakar Pendidikan Islam Alimuddin Yasir saat mengisi sebuah acara diskusi terbuka, Kamis (24/5) di Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Menurut Alimuddin, pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam berdi

rinya suatu bangsa. Namun hal itu akan sangat bermasalah ketika pendidikan terinfeksi kuman kapitalisme yakni berupa komersialisasi serta liberalisasi pendidikan.

Selain Alimuddin hadir pula Pengamat Pendidikan UI Irawan. Acara yang mengkritisi RUU Pendidikan Tinggi yang syarat dengan virus kapitalis ini diselenggarakan oleh Forum Remaja Masjid Ukhuwah Islamiyah (FRM UI). [htipress/syabab.com]

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai